Share

Mengintip Pabrik Kue Keranjang, Kue Lambang Kemakmuran

Selly Loamena, Jurnalis · Senin 24 Oktober 2016 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 21 298 1521467 mengintip-pabrik-kue-keranjang-kue-lambang-kemakmuran-wxSJDnMMS1.jpg Kue keranjang lambang kemakmuran (Foto: Selly/Okezone)

MESKI namanya kue keranjang, tetapi kue ini bentuknya tidak benar-benar seperti keranjang. Kue keranjang adalah dodol yang dibungkus dengan menggunakan daun pisang. Penyajiannya itu disusun dari bawah mulai dari yang besar sampai kecil kemudian diikat dengan menggunakan tali berwarna merah.

Kue keranjang atau bahasa lainnya Nian Ghao banyak dijumpai di sepanjang Jalur Wisata Kota Tua atau Jalan Kisamaun Kota Tangerang. Biasanya, menjelang perayaan Imlek kue keranjang semakin beragam bentuknya. Kue keranjang juga merupakan makanan wajib warga etnis Tionghoa dalam merayakan Hari Raya Imlek.

Proses pengolahan untuk membuat kue keranjang membutuhkan waktu sekira 12 jam. Mulai dari mengaduk adonan hingga mengukusnya. Mengaduk adonan kue keranjang dibutuhkan sedikitnya tiga orang secara bergantian. Dengan menggunakan kuali besar, dodol yang sudah tercampur harus terus diaduk agar menjadi kental dan tidak hangus.

Di Tangerang sendiri, pembuatan kue keranjang berada di daerah Neglasari, Kota Tangerang. Rumah milik Ny. Lauw dalam satu hari bisa membuat ratusan kue keranjang. Bukan hanya itu saja, berbagai macam olahan dodol juga dibuatnya.

“Setiap Hari Raya Imlek, pesanan dodol dan kue keranjang meningkat sampai 100 persen. Ada yang beli untuk dijual lagi, bahkan untuk konsumsi sendiri,” kata Nyonya Lauw (85) pembuat dodol dan kue keranjang.

Menjelang Imlek, karyawan yang dipekerjkan bisa mencapai 150 orang. Mereka dibagi-bagi dalam penugasannya. Ada yang mengaduk dodol, membungkus, mengatur tumpukan dodol dan kue sampai dengan menjualnya.

Kue keranjang juga bisa menunjukkan seberapa makmur suatu keluarga. Semakin tinggi kue keranjang yang dimiliki sebuah keluarga, berarti semakin makmur. Dalam penyajian kue keranjang juga sangat unik, biasanya kue keranjang dipotong dan disajikan dalam mangkok. Namun pada perayaan tertentu seperti Imlek, kue keranjang disusun dengan di atasnya diberi kue mangkok yang berwarna merah.

“Sebelum kita memakan makanan lain, diharuskan memakan kue keranjang terlebih dahulu. Karena menurut kepercayaan etnis Tionghoa kue keranjang membawa keberuntungan dan kemakmuran,” jelas Ny. Lauw.

Banyak olahan yang bisa dibuat dari kue keranjang, sebelum dimakan bisa potong tipis-tipis dan digoreng menggunakan tepung telur. Atau terlebih dahulu dijemur, setelah keras bisa diolah menjadi bubur. Nah, rasanya untuk ngemil-ngemil sore hari sambil nonton televisi kita bisa menikmati kue khas Tangerang ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini