Hal yang Perlu Dilakukan jika Merasakan Gejala Osteoporosis

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Jum'at 21 Oktober 2016 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 21 481 1520800 hal-yang-perlu-dilakukan-jika-merasakan-gejala-osteoporosis-oDnPyWAVPr.jpg Ilustrasi (Foto: Verywell)

SALAH satu tanda terjadinya osteoporosis adalah nyeri pada tulang belakang dan beberapa tulang lainnya. Namun, tak semua kasus osteoporosis bisa diketahui gejalanya.

"Sering mendengar keluhan, seperti terkena rematik, punggung saya sakit, atau dengkul saya kopong. Karena kita enggak pernah tahu osteoporosis. Karena ia tidak pernah memberikan gejala langsung," ungkap Dr. dr. Franky Hartono, SpOT(K), spesialis ortopedi dan traumatologi, dalam forum diskusi media di sebuah rumah sakit daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (20/10/2016).

Pada kasus lebih lanjut, osteoporosis baru terdeteksi saat seseorang di usia lanjut mengalami patah tulang. Misalnya, hanya tersenggol sedikit saja, tetapi tulangnya patah, dr Franky menjelaskan. Nyeri di tulang di daerah tertentu pada usia 45 tahun ke atas juga bisa menandakan terjadinya pengapuran pada tulang.

"Nyeri tulang belakang pada orangtua bisa terjadi osteoporosis tanpa disadari. Bisa juga seseorang makin tambah bungkuk. Nyeri mana yang bisa terkena osteoporosis? Bisa dari nyeri tulang belakang, leher, punggung, pinggang," tambah dr Franky.

Biasanya, mereka yang menemui gejala ini bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk diperiksa kepadatan tulangnya dengan menggunakan alat BMD atau bone mass density. Selain itu, pola hidup juga memerlukan perhatian yang khusus untuk menjaga kepadatan tulang, agar tidak terjadi osteoporosis yang lebih lanjut.

"Kita bisa prevensi terhadap osteoporosis itu. Yang penting itu aktivitas fisik, makanan 4 sehat 5 sempurna. Kita juga bisa kasih obat untuk membuat tulang menjadi keras, misalnya kalsium, vitamin D3, suplemen, hormon, dan banyak lagi," imbuhnya.

Deteksi dini osteoporosis memang diperlukan, sehingga orang yang potensial bisa mengambil langkah lebih sigap untuk menjaga kepadatan tulangnya. Jika pengeroposan tulang mengakibatkan patah tulang, solusinya pasien perlu menjalankan operasi penyambungan tulang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini