nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siapa Bilang Pria Tak Bisa Kena Osteoporosis, Ini Buktinya!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Sabtu 22 Oktober 2016 10:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 10 21 481 1521050 siapa-bilang-pria-tak-bisa-kena-osteoporosis-ini-buktinya-16Ot6TQBO0.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

JANGAN salah mengira, osteoporosis bukan hanya bisa dialami oleh wanita, tetapi juga pria. Karena, osteoporosis tidak hanya disebabkan oleh menopause seperti yang dialami oleh wanita.

Karena masalah hormonal lain juga bisa menyebabkan seorang pria menglalami osteoporosis. Para ahli kesehatan mengatakan, tingkat testosteron yang rendah, pilihan gaya hidup, konsumsi alkohol berlebihan, dan merokok juga meningkatkan risiko seorang pria mengalami osteoporosis.

"Meskipun wanita lebih rentan, osteoporosis juga bisa dialami pria. Rendahnya testosteron dan vitamin D, kalsium, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol dan kurang olahraga juga faktor utama osteoporosis pada pria," ujar Direktur Klinik Kedokteran Olahraga, AktivOrtho, Rana K. Chengappa yang dikutip dari laman Zeenews, Sabtu (22/10/2016).

Selanjutnya, sebuah penelitian terbaru oleh para peneliti di Harvard Medical School menemukan, visceral, atau perut yang mendalam, obesitas merupakan faktor risiko pengeroposan tulang. Selain itu, kondisi tersebut juga salah satu faktor risiko penurunan kekuatan tulang pada pria.

"Sangat penting bagi pria untuk menyadari bahwa kelebihan lemak perut tidak hanya jadi faktor risiko penyakit jantung dan diabetes, tetapi juga pengeroposan tulang," kata seorang peneliti, Miriam Bredella di pertemuan Radiological Society of North America.

Selain itu, ada banyak masalah kesehatan yang bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Di antaranya penyakit radang usus, penyakit ginjal atau hati, kanker dan rheumatoid arthritis.

"Banyak masalah kesehatan seperti gangguan darah, gangguan pencernaan, gangguan autoimun dan gangguan saraf dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Konsumsi dosis tinggi obat-obatan tertentu jangka panjang juga dapat mengurangi kepadatan mineral tulang," jelas Ahli bedah ortopedi di Breach Candy Hospital, Pradeep Moonot.

Untuk diketahui, osteoporosis adalah penyakit serius yang terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak massa tulang. Akibatnya, kepadatan tulang berkurang, sehingga menjadi melemah.

"Osteoporosis berarti lubang di tulang. Melemahnya tulang dapat meningkatkan risiko patah tulang. Secara diam-diam, osteoporosis dapat mengakibatkan patah tulang dari tulang penting, seperti pinggul, tulang belakang dan pergelangan tangan," ungkap Sanjay Agarwala, Kepala Orthopaedics dan Traumatologi, PD National Hospital Hinduja, Mumbai.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini