HARI DOKTER NASIONAL: Usai Demonstrasi, Dokter Tunggu Tanggapan Menkes

Dinno Baskoro, Jurnalis · Senin 24 Oktober 2016 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 24 481 1523308 hari-dokter-nasional-usai-demonstrasi-dokter-tunggu-tanggapan-menkes-vxF7S5LSLJ.jpg Usai demo para dokter tunggu tanggapan Menkes (Foto: PBIDI/Twitter)

HASIL keputusan dari demo yang digelar PB IDI, Senin (24/10/2016) untuk meniadakan program DLP masih digantung Kementerian Kesehatan. Padahal, PB IDI berharap ada standing statement langsung dari Menkes hari ini.

Sebelumnya, ribuan dokter anggota PB IDI menggelar aksi demo terkait kritisi akan program studi DLP dan masalah kesehatan lainnya ditiga titik, yakni Kemenkopolhukam, Istana Negara dan berakhir di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Langkah positif pun didapat perwakilan PB IDI ketika mendatangi Kemenkopolhukam. Mereka mengutarakan terkait dampak negatif dari program studi DLP yang memicu potensi konflik horizontal antar dokter.

"DLP akan membawa dampak pada segi pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Karena dokter diwajibkan untuk sekolah kedokteran lagi. Bagaimana dengan pelayanan di daerah terpencil dimana dokter harus keluar daerah untuk belajar (karena program DLP hanya ada di beberapa kota tertentu saja-Red). Nanti kalau ada pelayanan yang kurang memuaskan maka yang disalahkan adalah dokter? Hal ini akan mengganggu proses pelayanan JKN ," ujarnya.

Kemudian sebagian dokter menuju ke Istana negara agar aspirasinya didengar oleh Presiden RI. Perwakilan PB IDI pun ditemui kepala staf kepresidenan dan mendapat jawaban bahwa hal tersebut dapat dibahas lebih lanjut.

"Kami bertemu kepala staf kepresidenan dan mereka hanya mengutarakan hal ini akan dibahas lebih lanjut besok," katanya.

Setelah itu, anggota PB IDI lanjut menyampaikan aspirasi di Kemenkes, Jakarta. Namun sayang, di Kemenkes PB IDI belum mendapat titik terang alias keputusan prodi DLP yang dikritisi masih digantung Kemenkes.

"Kami berharap untuk keputusan hari ini ada tanggapan dari Menkes Nila F. Moeloek untuk standing statement 'saya akan hentikan program DLP ini' tapi belum ada tanggapan," ujar Dr. Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT, Sekjen PB IDI di Kantor IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini