Tak Ada Paksaan kepada Dokter Muda yang Dikirim ke Daerah Terpencil

Dinno Baskoro, Jurnalis · Rabu 26 Oktober 2016 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 26 481 1524778 tak-ada-paksaan-kepada-dokter-muda-yang-dikirim-ke-daerah-terpencil-Xg7LsviI68.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MENGIRIM tenaga medis hingga ke pelosok ataud aerah terpencil daerah, merupakan satu langkah dari pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, adakah unsur paksaan dalam mengirim dokter muda ke daerah terpencil?

Penguatan layanan kesehatan primer dikemas sedemikian rupa dengan mengirim tenaga medis berbasis tim untuk memberi pelayanan kesehatan warga yang tinggal di wilayah terpencil, kepulauan, hingga daerah perbatasan. Tenaga medis tersebut meliputi bidan, perawat, tenaga kesehatan masyarakat, ahli gizi, ahli farmasi, dokter dan lain-lain yang rata-rata berusia dibawah 30 tahun.

"Dalam pemerataan tenaga medis tak bisa dipungkiri masih belum rata. Ada daerah yang mungkin berbeda kondisinya dengan di kota. Kita mengirim anak-anak muda (tenaga medis-Red) untuk ke daerah terpencil hingga perbatasan misalnya di Atambua, Papua, Kalimantan dan mereka yang dikirim tidak ada unsur paksaan. Kami hanya meminta mereka maukah bekerja dan ditempatkan selama 2 tahun di daerah tersebut? dan jika bersedia akan diberi pembekalan," jelas Nila F Moeloek, Menteri Kesehatan RI, di Jakarta, baru-baru ini.

Karena kondisi di kepulauan, daerah terpencil hingga perbatasan cukup keras. Pembekalan diberikan tak hanya bersifat ilmu medis, tapi juga menanamkan jiwa berkebangsaan dan ketahanan diri bersama pasukan militer.

Kelompok yang disebut tim Nusantara Sehat ini ditempatkan selama 2 tahun. Mereka ditempatkan untuk bergerak bersama-sama dalam membangun kualitas masyarakat tertinggal agar lebih baik.

Kinerja mereka akan ditinjau Kemenkes dengan monitoring evaluasi. Tim Nusantara Sehat tersebut diharapkan bisa mengubah perilaku masyarakat dan hasilnya sudah berbuah manis.

"Mereka harus tahu ilmu budaya, bela negara dan saling berkomunikasi, sehingga kekuatan mereka terlihat. Hasilnya, 20 persen masyarakat sadar akan kesehatan. Mewujudkan Indonesia sehat tidak hanya dari hulu, tapi juga dilakukan sampai hilir dan ini penting sekali," pungkasnya

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini