Cara Hilangkan Trauma Setelah Jadi Korban Obat Palsu

Dinno Baskoro, Jurnalis · Selasa 01 November 2016 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 01 481 1529614 cara-hilangkan-trauma-setelah-jadi-korban-obat-palsu-K2S1siuX9V.jpg Ilustrasi (Foto: Brooklnabortionclinic)

MEMILIH layanan kesehatan yang legal seperti rumah sakit, apotek dan instasi farmasi lain untuk berobat menjadi satu langkah tepat menghindari obat palsu. Namun karena satu dan lain hal yang tidak diinginkan, justru malah jadi korban obat palsu. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

"Sejauh ini pasti ada kontrol yang terlewat terhadap langkah operasional di sarana pelayanan kesehatan. Sangat disayangkan memang, tapi perlu diingat, yang trauma bukan hanya pasien. Dokter yang bekerja pun pasti demikian karena kita semua tidak ingin hal itu terjadi dan tidak mau terus berkelanjutan," ungkap dr. Hudyono, MS., SpOk., MFPM- Staf Clinical Research Supporting Unit (CRSU) FKUI dan Staf Penilai Obat Jadi Badan POM di Jakarta, Senin 31 Oktober 2016.

Hal tersebut pasti membuat pasien dan keluarganya trauma karena menjadi korban obat palsu di tempat yang sudah legal bahkan diyakini terjamin mutu dan kualitasnya. Tak hanya itu, kepercayaan terhadap layanan kesehatan yang legal sudah pasti luntur hingga memberi perasaan takut ingin berobat di tempat yang legal kembali.

Untuk menghilangkan trauma psikologis akibat menjadi korban obat palsu. Dokter Hudyono menyarankan pasien dan keluarga untuk beranalogi.

Dia mencontohkan, jika kita pernah melihat ada kecelakaan pesawat atau motor. Lantas apa membuat kita tidak lagi membutuhkan pesawat dan motor lagi sebagai sarana transportasi? Logikanya mau tidak mau pasti, cepat atau lambat, kita akan butuh sarana transportasi itu dikemudian hari.

"Dengan beranalogi, kita cukup waspada saja. Jangan sampai trauma," katanya.

Meski sudah terlanjur jadi korban, namun lebih baik tidak sampai ada rasa takut berlebihan. Perlu diketahui, walau bagaimana pun kondisinya, instansi layanan kesehatan yang legal akan terus memperbaiki kualitas dan mutu layanan yang diberikan kepada masyarakat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini