Sejak Muda Rajin Makan Melon Mencegah Katarak di Hari Tua

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 08 November 2016 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 08 481 1535609 sejak-muda-rajin-makan-melon-mencegah-katarak-di-hari-tua-c0O03Wz6WI.jpg Makan melon sejak muda cegah katarak di hari tua (Foto: Greatist)

KATARAK adalah penyakit mata serius yang biasa dialami oleh orangtua. Tapi, Anda bisa mencegahnya sejak muda dengan menjalankan diet sehat untuk mata, termasuk rajin mengonsumsi melon.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan, orang yang memenuhi kebutuhan vitamin A harian berkurang hingga 50 persen risikonya terkena katarak. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan vitamin A harian adalah dengan mengonsumsi melon yang kaya beta karoten.

Karena, beta karoten akan dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A. Beta karoten juga akan melindungi mata dari radikal bebas dan memastikan aliran darah dekat mata bekerja dengan tepat. Semakin banyak mendapatkan karotenoid seperti beta karoten, maka kian besar mengurangi risiko mengalami sejumlah masalah pada mata. Karena itu, mengonsumsi melon setiap hari dapat mencegah Anda terkena katarak di hari tua.

Selain itu, satu buah melon kecil terdiri dari 1.500 retinol setara vitamin A yang akan memenuhi 50 persen kebutuhan vitamin A sehari-hari. Melon juga terdiri dari sekira 119 mg vitamin C, sehingga akan membantu mengurangi risiko mengalami gangguan mata.

Lebih lanjut, melon juga mengandung tinggi mineral, seperti kalium, magnesium, serta kalsium. Kalium sangat penting untuk transmisi serta menghasilkan dan melatih impuls saraf pada mata. Karena itu, mengonsumsi melon dapat menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

Jadi, mata salah satu organ yang berharga, sehingga harus dirawat dengan tepat dengan mencegah gangguan mata. Banyak makanan yang perlu dimasukkan untuk menjaga kesehatan mata, termasuk melon.

Jika Anda menganggap tidak dapat mencegah semua penyakit mata saat beranjak tua, setidaknya makan makanan sehat dapat menunda mengalaminya, terutama katarak. Demikian sebagaimana dikutip dari laman Healthbenefitstimes.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini