nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menguak Penyebab Wanita Karier Sulit Hamil

Agregasi Qerja.com, Jurnalis · Jum'at 11 November 2016 10:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 11 196 1538701 menguak-penyebab-wanita-karier-sulit-hamil-amb6oMuY4U.jpg Wanita karier (Foto: Flickr)

WANITA yang melakukan pekerjaaan berat dan bekerja dalam waktu lebih lama bisa mengalami kesulitan hamil. Hal ini diungkapkan pada penelitian yang dilakukan oleh Dr. Audrey J. Gaskins dari Harvard T.H Chan School of Public Health di Boston. Hasil studi tersebut dipublikasikan di jurnal Occupational & Environmental Medicine.

Riset tersebut dilakukan terhadap 1739 wanita yang berusia sekitar 33 tahun. Mereka adalah pekerja yang ikut program keperawatan pada 2010-2014. Semua responden dalam penelitian ini sedang berusaha untuk hamil.

Tim peneliti memberikan pertanyaan tentang jadwal kerja dan pekerjaan fisik yang dijalani responden. Mereka memperbaharui penelitian setiap enam bulan untuk memerhitungkan lama waktu yang dibutuhkan untuk mereka bisa dibuahi.

Sebagai data awal, peneliti menemukan 44 persen wanita yang menjadi responden mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Selain itu, 22% perawat yang diteliti adalah perokok atau pernah merokok.

Responden yang ditanya mewakili berbagai variabel waktu kerja. Kebanyakan wanita tersebut hanya bekerja pada siang atau malam hari saja. Sementara 16% responden bekerja dengan sistem rotasi. Lebih dari 30% wanita dilaporkan bekerja lebih dari 8 jam sehari. Sementara 40 persen responden menyatakan mereka mendapat pekerjaan berat lebih dari lima kali sehari.

Penelitian membuktikan kerja berat berpengaruh pada kesempatan hamil

Menurut medicalnewstoday.com, setelah penelitian dilakukan dalam waktu setahun, sekitar 16 persen responden tidak hamil. Sementara 5%  lainnya tidak dibuahi selama lebih dari dua tahun. Mereka yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu butuh waktu lebih lama untuk bisa hamil dibandingkan dengan wanita yang bekerja selama 21-40 jam per pekan. Peneliti juga menemukan fakta wanita yang mengangkat beban berat 25 pound lebih dari 15 kali sehari juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuahi daripada pekerja wanita lain yang tidak mengangkat beban berat,

Lebih lanjut peneliti menyebutkan bahwa ada hubungan yang kuat antara pekerjaan berat, jadwal kerja yang lebih lama dengan kesempatan hamil pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas. Namun peneliti menyatakan tidak ada hubungannya dengan frekuensi kerja shift malam dan waktu untuk dibuahi. Selain itu, tidak ada kaitan antara pegawai yag mengalami rotasi kerja malam dengan kehamilan. Secara umum, Dokter Gaskins menyimpulkan kerja berat baik fisik atau jadwal kerja yang panjang berdampak negatif pada kemampuan hamil seorang perawat wanita.

Penelitian belum sempurna

Meski begitu, penelitan ini dianggap belum sempurna. Sebab, ada beberapa variable yang tidak diperhitungkan seperti frekuensi hubungan seksual, ketegangan akibat pekerjaan gaya hidup dan hal biologis lainnya.

Spesialis Kesehatan Reproduksi dari Universitas Ohio, Courtney Lynch berpendapat berkurangnya kesempatan hamil bisa terjadi karena reduksi hubungan seksual dan kelelahan akibat mengangkat beban berat. Selain itu, kata Lynch, penelitian tersebut hanya melibatkan perawat, bukan berarti temuan ini berlaku pada semua pekerja wanita.

Lynch lalu menyarankan agar wanita karier yang sudah berpasangan dan ingin cepat hamil untuk berhubungan setidaknya dua kali sepekan. Wanita harus menghindari stres, merokok dan gaya hidup tidak sehat. Kesempatan hamil semakin meningkat jika wanita dibuahi pada saat mengalami ovulasi. Mayoritas wanita bisa hamil dalam waktu tiga bulan setelah memiliki pasangan.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini