Waspadai 5 Jenis Makanan yang Rentan Menimbulkan Keracunan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 15 November 2016 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 14 298 1541111 waspadai-5-jenis-makanan-yang-rentan-menimbulkan-keracunan-Y4m20hnRiz.jpg Kerang mentah rentan timbulkan keracunan (Foto: Google)

SEORANG jaksa umum asal Amerika, Bill Marler, mengungkapkan beberapa jenis makanan modern yang seharusnya dihindari oleh setiap orang.

Hal tersebut diketahuinya setelah menjabat sebagai jaksa penuntut selama 20 tahun terakhir. Marler juga didaulat menjadi spesialis untuk menangani kasus keracunan makanan.

Dilansir dari Birminghammail, berikut 5 daftar makanan yang harus Anda hindari agar terhindar dari keracunan, Selasa (15/11/2016).

Kerang mentah

Menurut Marler, dampak dari pemanasan global juga berpengaruh terhadap makanan yang Anda konsumsi, khususnya untuk jenis makanan seafood. Secara tidak langsung, pemanasan global juga menghasilkan bakteri-bakteri baru yang biasanya dikonsumsi oleh makhluk-makhluk penunggu laut. Maka tak ayal, jika lima tahun belakangan ini, banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh kerang laut mentah atau sering disebut oyster.

Sayur dan buah kemasan yang telah dipotong

Jenis makanan lain yang harus Anda hindari adalah sayur dan buah kemasan. Apalagi yang sengaja dipotong dan dicuci lalu diletakkan di dalam kemasan. Bayangkan berapa banyak buah yang dicuci oleh pihak produsen, sehingga risiko kontaminasinya pun sangat besar.

Tauge mentah

Tauge mentah ternyata juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan Anda. Ada lebih dari 30 wabah bakteri salmonella dan e.coli yang terkandung dalam tauge.

Daging yang kurang matang

Beberapa negara di dunia kerap menyuguhkan steak dengan 4 pilihan tingkat kematangan yakni, well done, medium rare, medium, medium well. Namun ternyata, steak seharusnya dimasak dalam suhu 160 derajat Celcius untuk membunuh bakteri-bakteri jahat.

Susu yang tidak melewati proses pasteurisasi

Meskipun ada argumentasi yang menyebutkan bahwa proses pasteurisasi dapat menghilangkan sejumlah gizi alami yang terkandung dalam susu, hal tersebut lebih baik jika harus mengambil risiko terkontaminasi bakteri, virus dan parasit.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini