6 Makanan yang Dilarang Sejumlah Negara, Salah Satunya Permen Karet

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 14 November 2016 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 14 298 1541154 6-makanan-yang-dilarang-sejumlah-negara-salah-satunya-permen-karet-tkS4V8Pm4J.jpg Permen karet dilarang di Singapura (Foto: Youtube)

SEJUMLAH negara melarang peredaran beberapa jenis makanan karena dinilai membahayakan keselamatan para penduduknya, dan juga beberapa alasan lainnya.

Kebijakan tersebut didasarkan pada proses produksi, bahan-bahan yang digunakan, hingga permasalahan lingkungan, ekonomi, etika dan budaya.

Dilansir dari The Daily Meal, berikut 6 jenis makanan yang dilarang di berbagai negara di dunia, Senin (14/11/2016).

Absinthe

Sudah sejak lama absinthe telah dilarang di banyak negara. Minuman ini dinilai memiliki kadar alkohol yang cukup kuat. Absinthe sendiri dibuat dengan mendistilasi alkohol dengan daun-daunan seperti adas, fennel, apsintus, ketumbar, daun ditanny, hisop, juniper dan pala. Tak heran jika kadar alkoholnya mencapai 50 - 75 persen. Meskipun demikian, pada 2007  Amerika Serikat sepakat untuk menghapus larangan penjualan dan produksi absinthe, dengan syarat bahwa minuman tersebut harus diolah menggunakan bahan-bahan aslinya.

Beluga caviar

Makanan ini mungkin termasuk jenis makanan berkelas di planet ini. Namun sayangnya, bahan baku utama beluga caviar berasal dari telur salah satu jenis ikan yang hampir punah yakni, beluga sturgeon. Ikan ini hanya hidup di kawasan laut caspian, laut hitam, dan laut adriatik. Mengingat populasinya yang semakin berkurang, Konvensi Perdagangan Spesies Langka Internasional (CITES) mengeluarkan peraturan pelarangan perdagangan ikan tersebut di sejumlah negara-negara besar, khususnya yang berbatasan langsung dengan habitat ikan beluga. Hanya Iran yang diperbolehkan menangkap ikan tersebut, karena mereka tengah melakukan praktek konservasi berkelanjutan.

Permen karet

Pada 2004, pemerintah Singapura melarang para produsen permen karet untuk menjual produk mereka di Negeri Singa tersebut. Pemicunya adalah berbagai insiden jahil seperti penyumbatan lubang kunci, kemacetan tombol lift, hingga menonaktifkan sensor pintu kereta bawah tanah. Larangan tersebut kemudian direvisi, namun harus diikuti oleh surat izin dokter.

Foie gras

Untuk membuat foie gras yang lezat, semasa hidupnya bebek atau angsa akan dipaksa mengonsumsi jagung melalui tabung otomatis. Cara ini bertujuan untuk membuat bentuk hati mereka tumbuh hingga 10 kali lebih besar dari ukuran normal. Metode tersebut kemudian mendapat kritikan keras dari para aktivis hewan. Lebih dari 20 negara termasuk India, Jerman, Israel dan Swiss telah melarang produksi Foie Grass.

Haggis

Haggis merupakan kuliner khas Skotlandia yang paling terkenal setelah wiski. Hidangan ini terbuat dari jantung, hati, dan paru-paru domba, lalu dicampur dengan oatmeal, lemak dan bumbu-bumbu rempah-rempah. Setelah itu, bahan-bahan tersebut akan dimasukkan ke dalam perut domba yang diolah. Kedengarannya memang cukup mengerikan, tetapi sebenarnya rasa yang tercipta memang lezat. Haggis dilarang di Amerika Serikat karena negara adi daya itu melarang penduduknya mengonsumsi paru-paru domba.

Jelly cup

Hampir di seluruh negara di Benua Eropa melarang peredaran Jelly cup. Alasannya karena mengandung konjak, getah konjak atau glukomanan konjak. Zat tersebut dinilai dapat memberikan rasa adiktif bagi para penikmatnya. Namun, penyebab utama makanan ini dilarang adalah karena risiko tersedak yang cukup tinggi. Pasalnya, banyak orang yang mengonsumsi makanan ini dalam satu kali suap saja.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini