nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Festival Dalang Bocah dan Muda Wujud Apresiasi Pewayangan di Indonesia

Tentry Yudvi, Jurnalis · Kamis 17 November 2016 14:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 17 406 1544014 festival-dalang-bocah-dan-muda-wujud-apresiasi-pewayangan-di-indonesia-PfpMKBaq9C.jpg Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda (foto: Tentry/Okezone)

BERBICARA mengenai seni dan budaya Tanah Air ini terkenal dengan karya hiburan tradisional yang kaya, salah satunya pertunjukan wayang kulit.

Wayang kulit sudah menjadi karya seni yang ada dari dulu hingga kini, dan masih saja dimainkan untuk melestarikan budaya. Mungkin bagi anak muda sekarang pertunjukan ini tidak lagi menarik karena sudah banyak tontonan yang lebih menarik ketimbang wayang.

Cukup prihatin jika menoleh perkembangan zaman seperti saat ini. Kendati begitu, para tokoh di balik budaya wayang tidak putus asa dan masih ingin tetap mengepakan sayap mereka untuk melestarikan budaya yang sudah di sahkan oleh UNESCO ini.

"Wayang sudah dilestarikan UNESCO sebagai karya agung warisan lisan dan benda tak manusia beberapa tahun lalu," ujar Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Pusat, Ekotjipto kepada Okezone, Kamis (17/11/2016).

Oleh karenanya, dalang sebagai pelakon yang membawakan wayang harus memainkan drama dan teknik perwayangan dengan mengambil dan menyesuaikan budaya, misalnya saja dengan adanya sisi humor di kala intermezzo. Wayang humor yang terkenal itu, Si Cepot berasal dari Jawa Barat.

Tetapi, ternyata di balik seni yang semakin kurang peminatnya ini ada usaha luar biasa yang diteruskan melalui dalang bocah dan dalang remaja. Usia di mana mereka patut menjadi generasi baru untuk mempertahankan budaya wayang.

Melihat antusias begitu besar, Persatuan Pedalangan Indonesia mengadakan acara tahunan yakni Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda yang dilaksanakan tanggal 17 - 20 November 2016, di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta.

"Acara ini bertujuan untuk merangsang Dalang Bocah untuk belajar mendalang agar generasi dalang tetap terjaga dan perwayangan akan terus dikembangkan, dan dimainkan," tuturnya.

Lebih mengagetkannya lagi, para Dalang bocah dan muda ini ternyata diikuti oleh 51 peserta yang tertarik untuk melakukan pertunjukan dengan alur cerita dari masing-masing daerah. Salah satunya saja wayang bocah asal Nusa Tenggara Barat bernama Lalu Anom Wire Jagat.

Dalang bocah ini baru berusia 12 tahun, namun ia terlihat sangat antusias megikuti festival sebagai dalang ditambah pengalamannya dalam mendalang juga luar biasa lho.

"Aku belajar wayang dari kelas satu sd dan belajarnya otodidak," jelas Lalu Anom.

Melihat antusias anak muda begitu besar, enggak ada salahnya untuk para generasi muda maupun tua agar tetap melestarikan warisan budaya ini. Bahkan turis mancanegara saja juga suka lho nonton wayang.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini