Share

Ini 4 Saus Cocolan Paling Populer di Belahan Dunia

Dimas Andhika Fikri, Okezone · Jum'at 18 November 2016 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 18 298 1545181 ini-4-saus-cocolan-paling-populer-di-belahan-dunia-OXwFOged5g.jpg Wasabi, saus cocolan paling populer (Foto: Shutterstock)

BERBICARA tentang industri kuliner internasional, setiap negara pasti memiliki cara tersendiri untuk menikmati berbagai hidangan tradisional mereka. Salah satunya dengan menambahkan berbagai bumbu pelengkap seperti saus cocolan.

Namun, tahukah Anda bahwa Setiap negara memiliki bumbu pelengkap atau saus cocolan dengan karakter masing-masing? Seperti Indonesia dengan sambalnya yang pedas, atau bahkan Filipina dengan saus pisang mereka.

Dilansir dari Food Beast, Jumat (18/11/2016), berikut empat saus cocolan yang sangat digemari dan paling populer di sejumlah negara di dunia.

 

Wasabi, Jepang

 

Sejak abad ke-10, Wasabi sudah menjadi bumbu dasar berbagai masakan Jepang. Untuk membudidayakan tanaman ini, dibutuhkan suplai air tawar dingin untuk menjaga keseimbangan mineral agar tanaman tersebut dapat tumbuh subur. Oleh karenanya wasabi termasuk dalam kategori jenis tanaman yang sangat langka. Olahan wasabi biasanya digunakan untuk bahan pelengkap pada sushi.

Mayones, Amerika Serikat

 

Selama bertahun-tahun, saus sambal merupakan salah satu bumbu pelengkap yang sangat digemari oleh penduduk Amerika Serikat. Beberapa tahun belakangan ini, popularitas mayones mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada 2013. Saus yang terbuat dari olahan telur ini sebetulnya berasal dari Prancis atau Spanyol, tergantung kepada siapa Anda bertanya.

 

Salsa, Meksiko

 

Bumbu ini pertama kali ditemukan oleh suku Aztec pada awal 3.000 SM. Mereka berhasil menemukan resep unik dengan mencampurkan cabai dan tomat menjadi sebuah hidangan lezat. Selama ribuan tahun, resep tersebut terus mengalami modifikasi yang cukup signifikan dan pada akhirnya seseorang menamai resep tersebut dengan nama 'salsa'. Hingga kini, salsa masih menjadi salah satu bumbu pelengkap yang sangat digemari penduduk Meksiko hingga Amerika.

Harissa, Tunisia

 

Ketika saudagar Spanyol membawa cabai ke Tunisia pada abad ke-16, mereka tidak tahu bahwa sayuran itu akan menjadi salah satu bagian dari sejarah dunia. Dari tekstur dan warnanya, harissa sebetulnya mirip sekali dengan sambal ulek khas Indonesia.Yang menjadi perbedaannya adalah jenis cabai yang digunakan. Di Afrika, harissa menjadi bumbu pelengkap paling favorit, terutama ketika mereka hendak menyantap sosis domba.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini