nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saatnya Kenali Komplikasi Diabetes Sejak Dini

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Minggu 20 November 2016 09:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 20 481 1546213 saatnya-kenali-komplikasi-diabetes-sejak-dini-spuJMAdKOJ.jpg Saatnya kenali diabetes (Foto: Boldsky)

SETIAP orang pasti ingin terbebas dari pelbagai penyakit, termasuk diabetes. Saat ini diabetes seakan menjadi satu momok penyakit yang menjadi perhatian.

Berdasarkan data dari International Diabetes Federation, pada tahun 2015 menunjukkan lebih dari 50 persen atau lebih dari 193 juta penyandang diabetes, tak sadar dirinya menderita diabetes. Hampir seluruhnya, menderita diabetes tipe 2, tanpa menunjukkan gejala apapun.

"Biasanya orang yang sakit diabetes harus mengatur lifestyle. Padahal penyakit ini termasuk progresif. Komplikasinya bisa dicegah," ujar Profesor dr Sidartawan Soegondo, dokter spesialis diabetes dalam acara Ayo Indonesia Lawan Diabetes, di Plaza Barat Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Prof Sidartawan mengatakan, komplikasi diabetes bisa dibagi menjadi dua, yakni komplikasi pembuluh darah besar dan komplikasi pembuluh darah kecil.

"Komplikasi diabetes pembuluh darah besar bisa bepengaruh pada otak, jantung, dan kaki. Sedangkan komplikasi pada pembuluh darah kecil, bisa berdampak pula pada mata, ginjal, dan saraf," ungkapnya lagi.

Komplikasi ini bisa menyebabkan gagal ginjal, serangan jantung, stroke, bahkan kebutaan. Bahkan, diabetes yang berdampak pada ginjal bisa mengharuskan orang seseorang untuk menjalanj cuci darah. Perlu diketahui, penyakit yang cenderung progresif ini bisa menyerang siapa saja.

"Tidak pandang umur, tidak pandang suku, siapa saja bisa kena," tambahnya.

Lagi-lagi pengaturan pola hidup sehat juga dapat meminimalkan komplikasi dari diabetes. Salah satunya melalui aktivitas fisik setidaknya meluangkan waktu 30 menit setiap hari, termasuk pemantauan pemeriksaan gula normal hemoglobin a1c bagi diabetisi.

"Hba1c memberikan gambaran gula darah selama satu bulan. Kalau sudah diabetes harus cegah komplikasi dengan dipantau hba1c. Kita harus kendalikan gula darah," kata Prof Sidartawan.

Ia pun mengingatkan bahwa diabetes ini bisa dialami siapa saja, termasuk di kalangan ana-anak, ekonomi kelas bawah maupun atas. Kondisi gaya hidup bisa menentukan apakah seseorang berpotensi mengidap diabetes atau tidak.

"Tidak pandang umur, tidak pandang suku, siapa saja bisa kena. Diabetes bisa kita kendalikan. Komplikasi ini tidak mematikan sebenarnya, tapi menyengsarakan," pungkasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini