Share

Serba-serbi Saus Cabai Harus Anda Tahu

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Jum'at 25 November 2016 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 24 298 1550309 serba-serbi-saus-cabai-harus-anda-tahu-bmKKiWmusL.jpg Serba-serbi saus cabai (Foto: Kneadforfood)

SAUS cabai kerap jadi bahan tambahan andalan kala makanan yang disantap memiliki rasa yang kurang nendang. Saus cabai juga tak pernah absen dalam suguhan fast food ala Amerika seperti burger, fish and chip ataupun kentang goreng.

Dilansir dari Mashed, Jumat (25/11/2016) berikut beberapa serba-serbi tentang saus cabai yang simpel tapi penting. Anda yang penggemar saus sambal mungkin bisa menemukan fakta baru seputar saus cabai.

 

Pedas bukan dari biji

Banyak orang beranggapan rasa pedas dihasilkan dari biji cabai, ini adalah anggapan keliru. Pasalnya rasa pedas datang dari zat bernama capsaicin yang tidak berwarna, tidak berbau dan terkandung di dalam daging cabai ataupun tulang lunak cabai. Saus cabai kebanyakan tidak mengandung biji, namun rasanya tetap pedas karena efek zat capcaisin tersebut.

Saus cabai mengandung banyak nutrisi

Cabai termasuk bahan makanan yang mengandung banyak kandungan nutrisi baik itu vitamin maupun mineral, termasuk juga di dalamnya zat besi dan vitamin. Menyantap saus sambal sebagai pelengkap sama saja memasukkan makanan kaya nutrisi karena khusus untuk vitamin saja, cabai mengandung vitamin A, B-6, C dan vitamin K.

Cabai juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit. Kabar bagus juga datang dari cabai yang berfungsi sebagai bahan alami pencegah kanker, selain itu cabai juga memiliki manfaat untuk kesehatan fungsi mata.

 

Konsumsi berlebihan akan jadi berbahaya

Hal paling penting dari saus cabai adalah rasa pedas yang dihasilkan. Tapi nyatanya rasa pedas ini tidak sepenuhnya memiliki efek baik. Makanan yang pedas memang jadi pemicu selera, tapi jika dikonsumi secara berlebihan akan jadi malapetaka. Rasa pedas saus cabai bisa menyebabkan peradangan, bengkak ataupun nyeri yang dialami pada perut jika dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak. Hal paling buruk terjadi saat perut protes dan mengalami diare serta kejang perut.

Saus cabai = aphrodisiacs?

Banyak orang memperdebatkan soal cabai sebagai makanan afrodisiak. Sebenarnya makanan afrodisiak hanyalan mitos dan sugesti, tidak ada makanan yang benar-benar khusus memicu stamina di ranjang.

Menurut pakar seks, Mazmur Isadora, pedas cabai yang membuat meningkatnya aliran darah dan sirkulasi. Hal ini yang memengaruhi stamina, bukan karena ada zat tertentu di dalamnya. Cabai juga memicu tubuh untuk memproduksi keringat dalam jumlah banyak, ini semata karena rasanya yang pedas.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini