nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antimainstream, Pria Ini Mendaki Puncak Gunung untuk Membuat Latte Art

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2016 08:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 05 298 1559249 antimainstream-pria-ini-mendaki-puncak-gunung-untuk-membuat-latte-art-DPCie6m873.jpg Membuat latte art di puncak gunung (Foto:Ilustrasi/Devi)

PUNYA hobi minum kopi pastinya biasa, hobi bikin kopi plus latte art cukup keren pasalnya tidak semua orang bisa membuat karya seni ini. Tapi bagaimana kalau hobi bikin latte art-nya bukan dibalik meja barista, melainkan di puncak-puncak gunung di Indonesia?

Adalah Elyas Nur Fridayana yang akun instagramnya dipenuhi foto dan video saat dirinya membuat latte art. Seni menghias kopi ini jadi salah satu hobinya, disamping hobi lain yakni mendaki gunung. Keduanya ternyata bisa dilakukan bersamaan oleh Elyas.

 


Lewat akun instagramnya @elfriday_ pria ini memposting video saat dirinya membuat latte art di gunung Merbabu Jawa Tengah. Di atas gunung berketinggian 3142 Mdpl ini, Elyas dengan santai dan tenang mengukir susu di atas espressonya.

Tak membutuhkan waktu lama, secangkir coffee latte dengan latte art bentuk hati sudah bisa dilihat dengan jelas. Berlatar suasana pegunungan yang hijau dan menyejukkan mata pemandangan ini memang tidak biasa dan justru terlihat mempesona.

 


Ternyata kegiatan yang dilakukan Elyas bukan hanya di Merbabu saja melainkan di gunung-gunung lain di Indonesia. Dari galeri instagramnya sudah banyak gunung yang didaki dan dijadikan tempat eksekusi mengolah latte art.

Sebut saja Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Agung, Gunung Batur dan gunung lainnya. Tak ada alasan lain yang terucap dari Elyas kecuali merasa tertantang membuat latte art di tempat yang tak biasa.

 


Dihubungi Okezone via pesan singkat, Elyas mengatakan melakukan kegiatan ini sebagai hobi. “Alasannya karena keduanya memang hobi yang saya gemari, naik gunung ataupun bikin kopi. Kalau bikin latte art lebih ke tantangannya. Hasil dari latte art dipengaruhi oleh suhu, sementara di gunung suhunya sangat dingin. Selain itu kesempatan juga sangat terbatas diakibatkan stok air, susu, kopi bahkan cuaca,” kata Elyas kepada Okezone, Senin 5 Desember 2016.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini