Wow, Label Busana Ini Menghadirkan Batik Nusantara Rancangan Desainer Jepang

Afiza Nurmuseriah, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2016 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 07 194 1561267 wow-label-busana-ini-menghadirkan-batik-nusantara-rancangan-desainer-jepang-zhsYylCh1q.jpg Lini Busana Fashunica (Foto: Afiza/Okezone)

SUDAH sejak lama pusaka kekayaan budaya Indonesia menjadi pesona yang besar. Sehingga tak menampik budaya Indonesia terutama wastra bisa dieksplorasi bahkan oleh seseorang yang notabene bukan dari negeri sendiri.

Adalah Mulia Denny, seorang pengusaha sekaligus perancang busana lndonesia yang menggandeng desainer asal Negeri Sakura Jepang, Steven Tach untuk berkolaborasi merancang adi busana khas Indonesia yang diwujudkan dalam lini busana bernama Fashunica.

Kecintaan Mulia pada warisan budaya tidak membuatnya buta akan perkembangan dunia mode yang semakin pesat. Bahkan, Mulia mempunyai mimpi untuk menghidupkan kembali warisan kekayaan wastra seperti batik dan tenun dengan sentuhan masa kini. Sebuah kombinasi yang dianggapnya tidak hanya mampu mengangkat budaya lokal yang lebih tinggi, tapi juga berorientasi ekspor.

"Saya ingin batik dan tenun dari berbagai daerah menjelma menjadi bentuk baru yang modern tanpa kehilangan persona lokalnya. Dari berbagai wilayah mulai dari Sabang hingga Merauke hadir dengan aroma kekinian namun tetap kental terasa keindahan budaya setempatnya," ujar Mulia pada peluncuran lini busananya tersebut di butiknya sendiri di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Selain itu, dalam label Fashunica by Steven Tach, Mulia juga berharap pengembangan kain-kain lokal bisa merebak lewat aroma internasional karya Steven Tach.

"Harapan saya, kombinasi lokal dan modernitas itu yang justru membuat karya Indonesia memberi warna pada industri dunia, suatu saat. Karya yang tak hanya menjadi imitasi karya dunia. Indonesia tak hanya menjadi pasar bagi karya dunia, tapi mengisi pasar dunia juga dengan pesona Nusantara," Mulia menerangkan.

Dalam kesempatan yang sama juga secara langsung 16 koleksi terbaru Fashunica by Steven Tach dipertunjukkan. Siluet dekonstruktif dengan pecah pola rumit yang menjadi ciri khas dari Steven Tach, arsitek lulusan The Shibaura Institute of Technology Japan ini, berpadan selaras dengan selera Mulia Denny yang menggabungkan beberapa jenis bahan dalam satu tampilan busana.

Bahan polos sepe tenun ATBM doby dan denim, berpadu dengan katun, sifon, atau rayon bermotif batik, bertukar bentuk menjadi gaun A-simetris, terusan kimono, blus celana rok, palazzo, dan kulot.

Motif merak (Indonesia) dan motif bunga sakura (Jepang) yang didesain khusus oleh Steven Tach seolah menggambarkan hubungan yang harmonis antara dua desainer beda negara itu.

Bahkan, ada empat motif kain batik yang didesain sendiri oleh Steven Tach. "Ya, ada empat motif batik yang saya buat. Inspirasinya dari alam Indonesia sendiri, ada bunga-bunga, hutan dan flamingo. Saya buat setelah saya mengobservasi selama saya berada disini (Indonesia) dari tempat-tempat yang saya kunjungi," beber Steven.

Warna yang dipilih seperti kuning, coklat, merah bata, hijau, dan biru merepresentasikan warna alam yang menjadi filosofi pribadi Tach dalam berkarya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini