nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikah atau Karier, Mana yang Harus Diutamakan?

Agregasi Qerja.com, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2016 13:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 09 196 1562881 menikah-atau-karier-mana-yang-harus-diutamakan-JFMrBQ4R5U.jpg Ilustrasi (Foto: Flickr)

KITA hidup di zaman modern. Kita punya kebebasan memilih apa yang terbaik. Khususnya buat para wanita yang kini bisa berbahagia karena dapat menentukan takdirnya sendiri.

Saat ini, semakin banyak orang yang berpikiran terbuka, sehingga mereka tidak menuntut setiap orang dewasa harus berkeluarga dan menetap pada satu pekerjaan. Kita semua bisa mengejar mimpi, mendapatkan kesempatan lebih besar daripada para pendahulu kita.

Namun, kebebasan seperti itu bisa menjadi dilema. Semakin banyak orang yang tidak mementingkan pernikahan apalagi membentuk sebuah keluarga. Mereka mengutamakan karier dan masih ingin mengejar mimpi-mimpi. Sementara sebagian orang lainnya menganggap masalah cinta tidak bisa menunggu. Kalau sudah bertemu orang yang tepat, maka harus segera menikah.

Berikut pendapat pro dan kontra mengenai dua pemikiran yang berbeda tersebut, seperti dikutip dari psychicsuniverse.com.

Pendapat pro karier

Jika mendahulukan karier, maka Anda akan siap secara finansial dan bisa lebih bertanggungjawab sampai pada saatnya harus menikah. Anda punya waktu lebih banyak untuk membangun karier dan mencapai tujuan. Anda juga punya kebebasan untuk menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi dan bekerja untuk mencapai tangga kesuksesan. Pikiran Anda tidak akan terpecah dengan masalah rumah tangga.

Karier dan keluarga adalah tanggung jawab yang besar. Terkadang kedua hal ini bisa bersinggungan dan menimbulkan konflik. Jika Anda memprioritaskan keluarga, maka karier bisa goyah. Saat Anda mengutamakan karier, maka keluarga bisa berantakan. Pasangan yang menikah setelah mencapai kestabilan –baik secara finansial ataupun kedewasaan dalam bersikap- akan lebih bahagia dan sukses.

Pendapat kontra karier

Beberapa orang merasa kesepian karena sendirian tanpa pasangan. Sebenarnya, mereka punya pasangan, tetapi tidak bisa selalu bersama karena belum menikah. Hal ini akan mengganggu pikiran dan bisa jadi merusak karier.

Masalah akan semakin sulit jika salah satu pihak ingin segera menikah, tetapi pihak lain masih mau mengejar karier. Sehingga seseorang harus menunggu sampai pasangannya memiliki pemikiran yang sama soal institusi pernikahan. Sesungguhnya menunggu itu bisa membuat stres dan menyulitkan diri sendiri.

Pendapat pro pernikahan

Saat hubungan dua orang sudah benar-benar tepat, maka mereka bisa bekerja sebagai tim dan partner yang baik. Kebanyakan pernikahan dimulai dari dua orang yang saling mendukung dalam pekerjaan, karier dan pendidikan. Ketika pasangan tersebut sudah semakin dewasa, maka mereka akan meningkatkan hubungan ke jenjang pernikahan. Mereka berpikir tidak ada gunanya menunda pernikahan demi karier. Mereka tidak mau bermain-main lagi.

Setelah menikah, mereka juga punya tujuan finansial yang berbeda. Mereka bisa lebih semangat bekerja untuk mendapatkan uang untuk menghidupi keluarga, menabung untuk biaya sekolah anak dan sebagainya.

Pendapat kontra pernikahan

Stres dan kesulitan keuangan akibat “pernikahan dini” malah menimbulkan berbagai kasus perselingkuhan. Pernikahan yang tidak stabil seperti permainan Russian roulette –bisa bekerja dengan baik, bisa juga tidak. Anda akan menghadapi risiko besar jika menikah tanpa kemapanan finansial. Apalagi jika kedua belah pihak sering berpisah karena harus bersekolah dan bekerja.

Jika pasangan muda itu langsung memiliki anak, maka masalah bisa menjadi semakin buruk. Pasangan tersebut harus menghitung kembali target-target dalam karier. Sebab, mereka punya tanggungjawab lain yang lebih besar.

Jadi, apa yang harus diutamakan? Karier atau pernikahan?

Tidak ada yang bisa memberi tahu apa yang terbaik untuk Anda. Setiap pasangan punya prioritas yang berbeda. Kita hanya bisa menimbang pendapat pro dan kontra untuk diri sendiri dan memutuskan yang terbaik dalam hidup. Mungkin juga, kedua hal tersebut justru bisa saling mendukung bukan? Bagaimana menurut Anda?

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini