nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laris Manis, 4 Restoran Ini Justru Harus Ditutup

Dimas Andhika Fikri-Dinno Baskoro, Jurnalis · Rabu 14 Desember 2016 08:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 13 298 1565758 laris-manis-4-restoran-ini-justru-harus-ditutup-o4ft5nPlsm.jpg Laris manis, restoran ini justru harus ditutup (Foto:Ilustrasi)

TERNYATA bukan hanya bangkrut atau sepi pengunjung saja yang menjadi alasan mengapa sebuah restoran atau tempat makan harus ditutup oleh pemiliknya. Alasan yang terdengar aneh, sejumlah tempat makan ditutup karena saking larisnya.

Pemilik mengaku tidak sanggup memenuhi pesanan yang semakin hari justru semakin banyak. Ada juga alasan karena restora atau kafe banyak disinggahi oleh kaum muda sehingga mulai dianggap meresahkan bisa merusak generasi muda.

Okezone berhasil merangkum sejumlah restoran  atau kafe yang terpaksa harus ditutup.

Kebanjiran pesanan toko bagel pelangi malah tutup

Selang beberapa bulan usai sukses dengan sajian bagel pelangi. Kini restoran bernama The Bagel Store itu tutup karena tidak sanggup melayani pesanan yang begitu banyak.

Semua itu berawal ketika selebriti fenomenal, Kim Kardashian dan Jonathan Cheban berbagi foto bagel pelangi tersebut di akun instagram pribadinya. Tak butuh waktu lama, foto tersebut dibanjiri komentar netizen dan terobsesi untuk mencicipi bagel pelangi.

 

Mereka yang tinggal di Brooklyn agaknya sedikit beruntung karena toko tersebut terbilang dekat. Namun, netizen lain yang tinggal di luar Brooklyn membanjiri order-an via online, dan akhirnya internet menghancurkan mereka.

Belum lagi dengan orang-orang yang mengantre hingga ke jalan di depan The Bagel Store. Para pekerja sudah mati-matian untuk membuat 800 bagel per hari, namun semua itu belum cukup untuk memuaskan hasrat penggemar bagel pelangi yang membludak.

Usai kejadian yang menakjubkan tersebut, kemudian toko bagel mengumumkan bahwa mereka sudah tutup sejak 16 Februari hingga batas waktu yang belum ditentukan. Mereka juga sudah menutup pesanan lewat online dengan alasan renovasi dan perbaikan pelayanan.

Perlu diketahui, sebelumnya mereka selalu membuat bagel pelangi itu tanpa bantuan mesin alias benar-benar dibuat dengan tangan. Tak ayal nampaknya para pekerja mungkin lelah untuk memenuhi ribuan bagel setiap hari.

Untungnya, toko lain yang menjual bagel milik The Bagel Store di Metropolitan Road tetap buka. Sehingga antusias penggemar bagel bisa terpenuhi hingga toko bagel aslinya selesai renovasi. Demikian sebagaimana dilansir Metro.

 

Banyak ditongkrongi kaum muda, coffee shop Tertua di Amsterdam Ditutup

Coffee shop tertua di Amsterdam resmi ditutup. Hal ini disebabkan oleh peraturan terbaru yang diterapkan pemerintah kota tersebut.

Padahal, tahun depan kedai bernama Mellow Yellow itu akan merayakan hari jadi mereka yang ke-50 tahun. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah para generasi muda Belanda agar tidak menghisap cannabis di usia yang masih belia.

Seperti diketahui, Mellow Yellow merupakan salah satu coffee shop di Amsterdam yang melegalkan pengunjungnya untuk menghisap cannabis.

 

Meskipun demikian, pemillik Mellow Yellow Johnny Petram, berencana untuk menentang kebijakan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rata-rata anak sekolahan yang ada di sekitar cafenya itu telah berumur di atas 18 tahun.

"Mereka menutup coffee shop tertua di dunia karena ingin membangun salon. Selama ini, aku telah melayani ribuan pengunjung setiap harinya, baik wisatawan maupun penduduk lokal. Bahkan, orang-orang yang tidak menghisap ganja pun sering datang ke tempat ini untuk sekedar berfoto. Tempat kami merupakan salah satu bagian sejarah Amsterdam," tutur Johnny dalam sebuah wawancara.

Sejak 1990, industri kopi di Amsterdam mengalami penurunan drastis dari 350 tempat hingga tersisa 175 tempat saja. Beberapa tempat terpaksa ditutup akibat kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kota tersebut.

Padahal, salah satu daya tarik Amsterdam di mata wisatawan asing adalah legalitas ganja dan kelezatan kopinya. Berdasarkan hasil laporan dinas pariwisata Amsterdam, setidaknya 25-30 persen wisatawan asing sengaja mengunjungi kota tersebut untuk menikmati secangkir kopi hangat. Dilansir dari Lonely Planet.

Saking Terkenalnya, Cafe Ini Terpaksa Ditutup

Jika pada umumnya sebuah usaha ditutup karena kehabisan modal atau bangkrut, hal tersebut berbanding terbalik dengan sebuah cafe di Charlton King, Inggris.

Cafe bernama Core Chelthenham itu terpaksa ditutup karena kepopulerannya sudah melampaui batas kewajaran. Dampaknya ternyata sangat berpengaruh terhadap sistem operasional cafe tersebut. Sehingga mau tidak mau, sang pemilik cafe pun memutuskan untuk menutupnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada situs resmi mereka, Pemilik Core Chelthenham, Jay Halford mengatakan, “Beberapa bulan yang lalu merupakan waktu tersulit bagi kami untuk memutuskan menutup cafe ini,” tulis pernyataan itu.

Lebih lanjut Jay menambahkan, dalam dua tahun terakhir sudah lebih dari 3.000 orang telah memperoleh berbagai manfaat dari program jus dan makanan yang dicanangkan oleh Core Cheltenham. Seperti diketahui bahwa cafe ini mengusung konsep hidup sehat dengan menyuguhkan menu-menu khas vegan.

 

“Kami menyadari bahwa tempat kami tidak cukup besar untuk menampung pengunjung dalam jumlah besar. Oleh karena itu, kami sedang mencari tempat yang lebih baik dan sesegera mungkin kembali beroperasi untuk memenuhi permintaan pelanggan,” tambah Jay.

Meski penutupan baru akan dilakukan pada 13 Januari mendatang, namun Jay dan timnya telah berjanji akan kembali dengan menu terbaru dan kejutan-kejutan lainnya. Demikian dilansir dari Gloucestershire.

Sehari buka, KFC Halal di Iran harus ditutup

Umur restoran siap saji di Iran ini hanya berumur sehari. Pihak berwenang terpaksa menutup restoran halal tersebut karena sebuah alasan.

KFC Halal di Iran resmi dibuka pada 1 November 2015 di Teheran, Iran, namun persis keesokannya harinya, restoran cepat saji itu langsung tutup.

Melalui surat pemberitahuan yang ditempel di pintu restoran, pihak berwenang menuliskan bahwa restoran ini melambangkan banyak bendera Amerika Serikat dari berbagai dekorasi serta banyak pengaruh budaya AS di dalamnya.

"Yang membuat KFC Halal ini tutup sebenarnya adalah karena kesalahpahaman," ungkap Abbas Pazuki, Manager restoran kepada media setempat, sebagaimana dilansir Thedailymeal.

Peliknya urusan politik dinegara itu ternyata berdampak pula pada industri kuliner. Meski demikian, pihak restoran cepat saji ini mengklaim bahwa restoran fast food ini merupakan halal yang berasal dari Turki.

"Kami adalah bagian dari KFC Halal, yang berasal dari Turki. Itu milik umat Islam dan target pasarnya adalah negara-negara Muslim," tambahnya.

Karena merasa dirugikan, pihak restoran cepat saji inipun berdalih dan berniat untuk menindak lanjuti kasus ini agar tidak ada kesalahpahaman dan tetap bisa buka restoran di Teheran.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini