nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asiknya Berwisata di Curug dan Kawah Gunung Pulosari Pandeglang

Erika Kurnia, Jurnalis · Minggu 18 Desember 2016 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 16 406 1568779 asiknya-berwisata-di-curug-dan-kawah-gunung-pulosari-pandeglang-AAzARlvCrX.jpg Kawah Belerang di Pulosari, Pandeglang-Banten (foto: Erika Kurnia/Okezone)

WISATA di Banten tidak hanya tentang pantai dan pulau cantik. Banten juga punya dataran tinggi dengan gunung berapi yang menyimpan keindahan alami pegunungan. Untuk mendapatkannya Anda bisa pergi ke Pandeglang, di barat laut Banten.

Di Kabupaten Pandeglang sendiri terdapat tiga gunung, di antaranya Gunung Karang dan Gunung Pulosari. Beberapa waktu silam, Okezone menyempatkan waktu untuk mendaki Gunung Pulosari dan mencoba melihat wisata curug dan kawah belerang yang cukup populer di sana.

Gunung Pulosari memiliki ketinggian 1.346 meter, relatif pendek dan tidak terlalu ekstrim untuk mereka yang senang mendaki. Gunung aktif ini ramai didatangi masyarakat untuk berwisata sampai pelajar untuk kegiatan pramuka, dan sebagainya.

Untuk naik ke sana, pendaki bisa datang ke Desa Cilentung dengan menggunakan kendaraan bermotor, baik motor ataupun mobil. Di sana ada basecamp yang menyediakan parkiran kendaraan, papan kayu untuk istirahat, mushola, warung, dan kamar mandi.

Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung bisa langsung mendaki sekira 15 menit menuju loket pembayaran atau Pos 1. Bagi pengunjung yang tidak menginap cukup membayar Rp10.000, sementara harga karcis lebih mahal Rp5.000 untuk pengunjung yang ingin berkemah.

Harga karcis masuk yang dipegang oleh Perhutani meliputi biaya retribusi dan asuransi. Jika Anda hanya datang untuk melihat curug atau kawah tanpa menginap, Anda hanya perlu membayar Rp10.000. Sampaikan tujuan Anda dan jangan sampai salah mendapatkan karcis.

Dari pos yang juga warung tersebut, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan melalui jalur yang dikelilingi hutan dan tanah berbatu. Saat hujan, pengunjung harus lebih berhati-hati berjalan di antara bebatuan dan tanah licin.

Pos 2 atau Curug Putri adalah tempat yang akan ditemui pengunjung setelah mendaki sekitar 45 menit atau lebih. Daerah tersebut akan ditandai dengan suara jeram sungai dan pengunjung akan disambut terlebih dulu oleh warung-warung kecil.

Curug Putri adalah spot yang paling banyak didatangi wisatawan di Gunung Pulosari. Dengan ketinggian air hanya beberapa puluh meter, air terjun ini cukup aman untuk bermain air. Aliran sungai dari air terjun tersebut juga cukup indah dan sejuk untuk membasahi tubuh.

Sayangnya, ada yang berbeda dari pemandangan sebelumnya di Curug Putri. Pagar besi kini dipasang di pinggir kolam air terjun terbesar. Meski Okezone tidak sempat mencari tahu tujuan dari pembuatan pagar tersebut, pengunjung saat itu masih bisa masuk untuk berenang di kolam air terjun.

Selanjutnya, pengunjung bisa melanjutkan pendakian ke kawah belerang. Sekira satu jam atau lebih (tergantung kecepatan mendaki), pengunjung bisa menemukan aliran sungai-sungai kecil dan lubang kawah yang mengeluarkan uang panas berbau belerang.

Beberapa warung kembali bisa ditemui pengunjung di sana. Tenda-tenda pendaki juga kerap ditemui di sekitar kawah. Pengunjung biasa berfoto, merendam kaki, atau mencuci muka dengan air belerang yang dipercaya banyak masyarakat berkhasiat untuk kesehatan.

Asap belerang biasanya juga cukup tebal ketika musim hujan. Jika beruntung, asap kawah yang tidak terlalu tebal akan menghasilkan efek pemandangan yang luar biasa dengan latar hutan yang hijau di ketinggian dan bebatuan kawah yang kekuningan.

Jika Anda berniat pergi ke puncak dari kawah, Anda bisa melanjutkan pendakian sekitar dua jam (kembali lagi tergantung kecepatan dan kondisi pendakian). Menurut pengalaman orang-orang, di puncak pendaki bisa melihat pemandangan laut Selat Sunda dan gunung-gunung lain di sekitar Gunung Pulosari.

Penasaran dengan Gunung Pulosari ini? Dari Jakarta Barat atau Selatan, Anda bisa berkendara selama 3-4 jam. Sementara dari Serang, jarak tempuh ke Desa Cilentung dengan motor bisa menghabiskan sekira 1,5 jam perjalanan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini