Racun Kobra Bisa Hambat Pertumbuhan Kanker

Dinno Baskoro, Jurnalis · Jum'at 16 Desember 2016 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 16 481 1568619 racun-kobra-bisa-hambat-pertumbuhan-kanker-oVqToFXKVK.jpg Ilustrasi (Foto: Bbc)

SEJUMLAH ilmuwan Rusia dan India menciptakan satu inovasi unik dalam bedah kanker. Mereka menggunakan racun kobra yang mampu membatasi pertumbuhan kanker.

Para peneliti dari Tezpur University bekerja sama dengan National University of Science and Technology MISIS (NUST MISIS), Moscow untuk meracik bahan kimia pada racun ular kobra yang disebut aplhaneurotoksin dengan nanopartikel dari selenide kadmium yang dikenal sebagai quantum dots.

Dalam bedah pengangkatan kanker, bahan kimia ini disuntikkan ke area sekitar sel kanker dan secara efektif dapat memberi batas sel kanker yang kemudian sel kanker dapat diangkat utuh tanpa risiko jaringan lain terpotong. Lantas bagaimana metode racun ular memberi tanda-tanda penyebaran kanker tersebut?

Dikutip Timesofindia, Jumat (15/12/2016). Gabungan antara neurotoksin-quantum dots tersebut dapat mencapai organ yang terinfeksi melalui aliran darah pasien kanker, kemudian zat tersebut menandai seluruh batas dari neoplasma dengan nanopartikel seperti neon yang dapat bersinar ketika dipaparkan sinar UV.

Dengan sistem pemindai ini, dokter bedah pasien kanker akan lebih mudah mengangkat bagian mana yang sudah terinfeksi kanker dan steril dari kanker, sehingga operasi pengangkatan jaringan kanker jauh lebih efektif.

“Kami menggunakan metode khusus untuk merancang racun tersebut agar tidak berbahaya pada manusia,” kata Yury Utkin, ketua dalam proyek tersebut.

Namun tidak sembarang racun ular kobra yang bisa digunakan. Disampaikan para peneliti, mereka hanya memakai racun ular kobra Thailand, yang penyebarannya ada di kawasan Bihar dan Timur Laut India. Diketahui, ular kobra Thailand ini memiliki tanda O pada lehernya saat mengembangkan lehernya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini