KALEIDOSKOP 2016: Perjalanan Natasha Mannuela Raih Predikat Juara 3 Miss World 2016

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 23 Desember 2016 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 22 194 1573719 kaleidoskop-2016-perjalanan-natasha-mannuela-raih-predikat-juara-3-miss-world-2016-59Wz9G4z7h.jpg Natasha Mannuela, Juara 3 Miss World 2016 (foto: SMN)

Jawaban Cerdas yang Mengantarkan Natasha Mannuela Menjadi Miss Indonesia 2016

25 Februari 2016 jadi hari yang bersejarah bagi Natasha Mannuela, karena tepat di hari tersebut lah dirinya bukan lagi seorang gadis biasa berusia 22 tahun seperti kebanyakan rekan seusianya.

Hari itu menjadi titik balik perjalanan hidup Natasha, karena di hari itu ia dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2016. Mewakili provinsi Bangka Belitung, Acha demikian ia biasa disapa berhasil menyingkirkan 33 kontestan lainnya dalam memperebutkan mahkota Miss Indonesia 2016, yang melanjutkan tongkat perjuangan Maria Harfanti sebagai Miss Indonesia 2015. Dengan disematkannya mahkota Miss Indonesia yang berhiaskan batu swarovski dan emas putih tersebut, maka secara resmi pula, Natasha menggantikan posisi Maria Harfanti dan melakukan berbagai misi dan tugas di bawah naungan Yayasan Miss Indonesia. Dengan kemenangan itu pula, Natasha secara otomatis menjadi wakil resmi Indonesia di ajang Miss World 2016.

Sewaktu malam final, Natasha mempertontonkan bakat menarinya dengan jenis tarian ballet. Namun bisa dikatakan saat babak 15 besar lah Natasha mampu mencuri perhatian dewan panelis juri. Di babak 15 besar ia mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan langsung oleh ketua dewan juri Miss Indonesia, Liliana Tanoesoedibjo. Kala itu Liliana memberikan pertanyaan perihal apakah esensi menjadi seorang wanita, lalu Natasha pun dengan lugas menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban “Being woman is a gift from God to the world. Woman is more sensitive feeling and gentle heart. Woman can inspire others with compassion and honesty,".

Setelah berhasil melalui babak 15 besar dengan mulus, kurang lebih dengan jawaban di atas ia berhasil menembus babak 5 besar. Perjuangan Natasha pun belum berakhir. Di babak ini ia juga masih harus menjawab pertanyaan dari dewan juri. Dalam sesi akhir 5 besar, wanita yang juga seorang ballerina itu memberikan jawaban yang berhasil membawanya memenangi ajang kecantikan kali ini. Ia memberikan jawaban terkait perwujudan bentuk cinta terhadap Indonesia.

"Saya akan terus mengharumkan nama baik di Indonesia di mata dunia. Sebagai enterprenur muda, saya akan terus berkarya, terus berkarya dan mengembangkan produk-produk lokal hingga ke mancanegara. Saya juga akan menjelajahi tempat wisata yang belum terekspos agar bisa menunjukkan betapa indahnya Indonesia dan memperdalam kebudayaan seperti tari-tari tradisional, dan saya akan terus berupaya menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yag sama agar dunia tahu bahwa Indonesia itu kaya dan masyarakatnya bangga akan itu,” jawabnya kala itu.

Jawaban-jawaban di atas lah yang kurang lebih berperan besar dalam keberhasilan dara yang akrab disapa Acha tersebut dalam meraih titel predikat sebagai Miss Indonesia 2016. Hingga akhirnya resmilah malam itu perjalanan Natasha sebagai Miss Indonesia 2016 resmi dimulai.

Progam Sosial dan Sederet Persiapan Menuju Miss World 2016

Jauh sebelum mengikuti ajang Miss Indonesia dan berhasil menyandang titel sebagai Miss Indonesia 2016. Natasha sendiri mengaku memang sudah cukup aktif untuk terjun dalam berbagai kegiatan sosial. Contohnya sebelum menjadi Miss Indonesia 2016, Natasha sudah bergabung dalam suatu komunitas sosial di kota tempat ia berdomisili yakni Bekasi, City Changer Community.

Predikat sebagai Miss Indonesia 2016 ternyata tidak membuat dara ini seketika lupa dengan komunitas sosialnya tersebut. Malah sebaliknya, dengan ini Acha malah melibatkan komunitas sosialnya tersebut dalam kegiatan yang menjadi agenda resmi Miss Indonesia 2016. Sebut saja pada 26 Maret 2016 lalu, Acha dibantu teman-teman komunitasnya melakukan aksi sosial membedah rumah seorang janda tidak mampu di perkampungan Marga Jaya, Bekasi Selatan.

Tidak hanya secara aktif langsung terjun ikut melakukan pembedahan rumah, Natasha juga tidak lupa untuk mengajarkan ilmu membaca, menulis, dan berhitung kepada anak-anak di PAUD (Pendidikan Usia Dini) desa tersebut. Jangan salah, aksi sosial ini dilakukan Natasha tidak musiman loh. Kegiatan sosial ini bukan sekali atau dua kali saja dilaksanakan, tetapi rutin dilakukan seminggu sekali.

 

(foto: smn)

"Saya merasa sangat bersyukur tergabung dengan komunitas sosial seperti ini karena terjun langsung ke yang membutuhkan, bukan hanya menyumbang dalam bentuk materi. Ini juga melatih saya untuk peduli dengan sesama karena setiap manusia harus bermanfaat bagi orang lain. Mengajarkan juga bahwa hidup ini bukan hanya tentang diri sendiri namun untuk orang lain," ujar Natasha kala itu.

Selain aktif memperhatikan kondisi di lingkungan sekitarnya. Natasha memcoba untuk menjadi berkat bagi banyak orang lain. Salah satunya dengan cara berbagi kepada para sesama yang kebetulan memiliki kebutuhan khusus. Di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan diri melaju di Miss World 2016, Natasha masih sempat untuk ikut turut serta dalam salah satu program milik Yayasan Jalinan Kasih, di mana turut membantu memberikan Alat Bantu Dengar (ABD) kepada masyarakat yang tidak mampu. Di acara tersebut, wanita cantik kelahiran Belinyu, Bangka Belitung ini bahkan ikut membantu memasangkan ABD kepada sejumlah anak yang mengalami gangguan pendengaran atau tunarungu.(cont)

Pembekalan Menuju Panggung Miss World 2016

Setelah resmi menjabat sebagai Miss Indonesia 2016 pada Februari 2016 lalu, Natasha pun langsung sigap dipersiapkan sedemikian rupa untuk bisa tampil maksimal di kontes kecantikan dunia. Miss World 2016. Hari-hari Natasha pun mulai sibuk dengan serangkaian kegiatan yang harus dilakukannya. Sederet kelas-kelas pembekalan materi dipersiapkan oleh tim Star Media Nusantara, MNC Grup dan Yayasan Miss Indonesia. Kelas tersebut meliputi public speaking, character building, stage act, modelling, beauty class, hingga persiapan talent. Untuk unjuk bakat di ajang Miss World 2016, dara lulusan Prasetya Mulya School ini memilih untuk menampilkan tarian balet dan tari topeng. Selain itu kegiatan sosial atau dikenal dengan Beauty With a Purpose, yang juga mulai dipersiapkan sejak awal masa jabatan Natasha.

Bicara soal program Beauty With a Purpose atau biasa disebut dengan sebutan BWAP, program aksi sosial ini bisa dibilang adalah salah satu andalan dari program pembekalan Miss Indonesia. Pasalnya BWAP merupakan salah satu fast track di ajang Miss World dan menyumbang poin tertinggi untuk para kontestan. Di BWAP, kontestan diminta untuk membuat sebuah proyek kemanusiaan di negaranya masing-masing. Untuk Beauty With a Purpose kali ini, Natasha memilih untuk membuat lima proyek kemanusiaan bertema ekonomi dan pendidikan.

Proyek tersebut akan dilakukan di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, proyek ini sendiri mulai dilaksanakan pada bulan Juli lalu. Di mana dalam eksekusinya dalam program, Acha berinisiatif untuk membangun kolam lele bersama warga Bantar Gebang yang mayoritas pekerjaannya sebagai pemulung, wanita ebrkulit putih ini terjung langsung mengerjakan kolam lele sebesar 7x8 meter tersebut. Dia membantu para warga sekitar untuk memasang bambu sebagai penopang, memasang terpal sebagai tembok kolam, hingga mengeruk lumpur sebagai habitat ikan lele.

Setelah membuat kolam lele, Acha melanjutkan melakoni proyek lainnya yakni dengan mengajak ibu-ibu di sekitar lokasi Bantar Gebang untuk membuat abon lele. Nantinya abon lele tersebut bisa sebagai produk yang dijual dan mendatangkan penghasilan tambahan bagi para ibu-ibu di sekitar Bantar Gebang. Acha menyebutkan bahwa materi pengajaran pembutan abon lele ini bertujuan untuk meningkatkan standar hidup para warga di kawasan Bantar Gebang. Program BWAP Acha pun tidak berhenti sampai di sini, dengan kelebihan yang ia miliki Acha tidak lupa untuk juga memfasilitasi pendidikan untuk anak-anak kurang mampu yang membutuhkan perhatian untuk menunjang intelegensi generasi muda. Kegiatan ini di laksanakan di Sekolah Alam Tunas Mulia, Bantar Gebang, Bekasi yang merupakan sekolah para anak-anak pemulung Bantar Gebang, Sumur Batu, Bekasi, Jawa Barat. Di program ini Acha merenovasi sekolah, memotivasi anak-anak dengan membuat ‘Dream Book’, serta mengedukasi anak-anak tentang kesehatan dan bahasa Inggris. Khusus untuk program yang fokus pada anak-anak ini, Acha melakoninya pada Oktober lalu, Acha dibantu oleh warga sekitar mulai merenovasi Sekolah Alam Tunas Mulia dengan merenovasi dua ruangan utama di sekolah tersebut.