nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HARI IBU 2016: Bunda, Yuk Ketahui Golongan Berisiko Preeklamsia saat Hamil

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Jum'at 23 Desember 2016 10:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 23 481 1573948 hari-ibu-2016-bunda-yuk-ketahui-golongan-berisiko-preeklamsia-saat-hamil-TB3SAvjxJP.jpg Ilustrasi (Foto: Bangaloremirror)

KONDISI preeklamsia bisa membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Biasanya, seorang wanita hamil dengan riwayat preeklamsia perlu mendapatkan perhatian khusus karena risiko preeklamsia yang lebih besar pada kehamilan selanjutnya.

Menurut dr Febriansyah Darus, SpOG, ahli obstetri dan ginekologi. ibu yang berisiko preeklamsia juga perlu memperhatikan porsi olahraga.

"Ibu dengan riwayat preeklamsia sebelumnya, risiko terjadinya preeklamsia pada kehamilan selanjutnya tinggi. Ini harus dijaga, olahraganya jangan terlalu diforsir. Seperti renang, lari, perlu dilihat kondisinya juga," jelas dr Febri saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Ada ragam gejala preeklamsia yang perlu diketahui ibu hamil dan keluarga. Mayoritas gejala ditandai dengan kenaikan tekanan darah.

"Tekanan darah biasanya lebih dari 160/110. Bila yang sudah parah biasanya ada keluhan pusing, pandangan mata kabur, sakit kepala yang berat. Tapi gejala ini belum muncul kalau preeklamsia belum bermanifestasi," jelasnya.

Dr Febri menyebutkan golongan ibu hamil dengan faktor risiko, antara lain kehamilan di usia lanjut, berat badan selama hamil naiknya sangat tinggi, obesitas sebelum hamil, riwayat sakit gula sebelumnya, sebelum kehamilan ada riwayat darah tinggi atau preeklamsia.

Kendati demikian, ia memberi imbauan pencegahan preeklamsia dengan mencukupi kebutuhan mikronutrisi, seperti asam folat, vitamin D, zat besi, maupun kalsium. Meski olahraga penting untuk ibu hamil, jangan lupa untuk memoderasi porsi olahraga dan tidak terlalu memaksakan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini