NATAL 2016: Alasan Serangan Jantung Meningkat saat Natal

Erika Kurnia, Jurnalis · Minggu 25 Desember 2016 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 25 481 1575377 natal-2016-alasan-serangan-jantung-meningkat-saat-natal-68oehs4JGi.jpg Ilustrasi (Foto: Cbsnews)

KASUS meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan jantung terbanyak sekitar liburan Natal dan Tahun Baru. Selama lebih dari satu dekade, peneliti telah mencatat fakta yang ditemukan terbanyak daripada daripada waktu lain dalam setahun.

Awalnya ini ditemukan bersamaan dengan musim dingin, di mana orang lebih cenderung untuk keluhkan masalah kesehatan, seperti flu dan pilek. Namun, peneliti yang dipimpin oleh Josh Knight di University of Melbourne memutuskan untuk menghilangkan variabel cuaca.

Dia dan timnya melihat data kematian selama 25 tahun dari Selandia Baru, di mana Natal dan tahun baru terjadi selama musim panas, untuk mencari tahu apa efek liburan pada tingkat kematian akibat penyakit jantung.

Mereka menemukan bahwa bahkan ketika Natal terjadi selama cuaca hangat, kematian sekitar musim liburan meningkat 4 persen dibandingkan dengan rata-rata waktu selama setahun. Rata-rata usia orang meninggal sekitar waktu ini juga sedikit lebih muda.

Penemuan menunjukkan bahwa liburan itu sendiri mungkin berkontribusi terhadap peningkatan mortalitas, terlepas dari pengaruh cuaca dan masalah kesehatan yang terkait dengan suhu dingin.

Meskipun studi ini tidak menemukan faktor-faktor yang bertanggung jawab, penelitian lain telah mengisyaratkan beberapa penyebab yang mungkin menjadi penyebabnya.

Pertama, liburan adalah waktu yang paling banyak membuat orang stres, karena urusan keluarga, kewajiban sosial, dan tuntutan keuangan yang dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan kondisi lain yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Makanan dengan gizi berlebih yang biasa muncul selama liburan, dari permen sampai daging, juga menjadi faktornya. Konsumsi alkohol juga meningkat selama musim liburan dan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi sebagian orang.

Knight mencatat bahwa ketika banyak orang bepergian selama musim liburan tersebut membuat akses ke fasilitas kesehatan saat dibutuhkan menjadi sulit daripada ketika ada di rumah. Demikian seperti dilansir dari Time, Minggu (25/12/2016).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini