nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moms, Ini Pentingnya Membatasi Gadget agar Anak Terhindar dari Pornografi

Vien Dimyati, Jurnalis · Jum'at 30 Desember 2016 13:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 30 196 1579225 moms-ini-pentingnya-membatasi-gadget-agar-anak-terhindar-dari-pornografi-jLTS444A9O.jpg Anak dengan gadget (Foto: Abcnews)

PORNOGRAFI seolah menjadi virus yang mengerogoti pikiran anak-anak untuk melakukan hal-hal negatif yang merugikan masa depan. Gadget menjadi salah satu alat utama yang membuat anak mudah mengakses konten pornografi. Lantas, bagaimanakah seharusnya peran orangtua dalam pengawasan ini?

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memang sudah gencar dalam melaksanakan sosialisasi Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang bahaya pornografi di lingkungan pendidikan. Fokus utama dari sosialisasi ini adalah mencegah dan melindungi anak-anak agar tidak menjadi korban pornografi, baik dari konsumsi pornografi, korban pelampiasan dari orang yang mengonsumsi maupun menjadi konten dari pornografi.

Tahukah moms, di dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008, arti pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

“Hal ini sangat penting untuk diwaspadai oleh seluruh pihak yang berada di dunia pendidikan anak untuk melindungi anak-anak dari pornografi. Penyebaran pornografi saat ini sangat tinggi dan cepat melalui gadget yang terkoneksi melalui internet, di mana gadget ini pun sudah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi anak-anak untuk berkembang dan mendapatkan informasi terkait pendidikan mereka,” ungkap Hasan, Kepala Biro Hukum dan Humas KPPPA, belum lama ini.

“Anak mempunyai hak untuk dilindungi dari informasi yang tidak layak bagi mereka, orangtua dan orang dewasa harus melindungi anak dari informasi yang asusila bagi mereka karena informasi tersebut justru membahayakan bagi mereka,” ungkapnya.

Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini agar pihak sekolah membuat peraturan sekolah yang dapat membatasi dan melindungi anak dari pornografi di antaranya peraturan penggunaan gadget maupun sanksi yang diberikan sekolah apabila ada siswa/i yang mengonsumsi dan membuat konten pornografi. Kerjasama ini tidak terbatas hanya dengan pihak sekolah saja tapi peran penting orangtua juga untuk memantau pergaulan dan perkembangan anak.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini