nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Petunjuk Menemukan Tujuan Hidup, Kalian Bisa Lebih Bahagia!

Agregasi Qerja.com, Jurnalis · Jum'at 30 Desember 2016 17:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 30 196 1579612 3-petunjuk-menemukan-tujuan-hidup-kalian-bisa-lebih-bahagia-U6PESnHslt.jpg Ilustrasi (Foto: Flickr)

SETIAP orang harus mempunyai tujuan hidup. Hanya saja, masih banyak orang yang belum menemukan tujuan mereka. Biar tidak bingung, simak penjelasan berikut ini.

Semasa kecil, kita sering mendapat pertanyaan seperti, “Apa cita-cita kamu?” Lalu kita menanggapinya dengan menyebutkan sebuah profesi. Sekira satu-dua dekade lalu, kebanyakan anak Indonesia punya cita-cita menjadi dokter, guru, insinyur dan profesi “umum” lainnya.

Sementara anak zaman sekarang punya cita-cita yang lebih spesifik seperti ahli biologi atau peneliti bidang kelautan. Sebagian orang yang memelihara mimpi masa kecil terus mengejar cita-citanya. Mereka terfokus untuk mendapat pekerjaan dan menjadi profesional di bidang tertentu.

Chief of Organizational Happiness Insight Out Ali Zaenal Abidin mengatakan, bahwa sebenarnya tujuan hidup seseorang jangan dibatasi dengan profesi. “Profesi hanyalah alat (untuk mencapai tujuan hidup),” kata dia. Kita mesti punya tujuan hidup yang membuat kita bisa memberikan dampak terbesar pada orang lain, lingkungan, bahkan bangsa dan negara.

Ali lalu mencontohkan bagaimana menemukan dan menjalankan tujuan hidup. Awalnya Ali punya perhatian khusus terhadap dunia pendidikan. Dia lalu bercita-cita menjadi menteri pendidikan. Tetapi, setelah mendalami diri sendiri, ternyata makna pendidikan yang dimaksud Ali adalah membantu orang menemukan dan menjalankan tujuan hidup. Sehingga tujuan utama Ali bukanlah mengejar profesi tertentu atau bahkan jabatan sebagai menteri pendidikan.

Kini, Ali menjadi coach bersertifikat. Dia juga mendirikan Insight Out, perusahaan yang memberikan jasa konsultasi dan pelatihan untuk orang dan organisasi. Sekarang saatnya, Ali mau membagi tips tentang cara menemukan tujuan hidup.

Menurut Ali, setiap orang adalah detektif yang bertugas memecahkan sebuah misteri. Dalam hal ini, misteri yang belum terungkap adalah tujuan hidup. Maka, kita harus mencari petunjuk untuk menemukan tujuan hidup. Berikut tiga petunjuk yang bisa menjadi panduan untuk memecahkan misteri tersebut.

Passions

Ali menyebutkan passions dengan menambahkan huruf “s” pada akhir kata. Artinya, passion yang ada dalam diri kita jamak. Anda bisa merasakan gairah dalam diri akan muncul saat melakukan hal yang disukai. Passion akan membuat Anda merasa “lapar” terus-menerus sehingga ingin melakukan hal yang lebih baik. Anda akan berkompetisi dengan diri sendiri dan membuat target lebih tinggi dari capaian sebelumnya.

Talents

Ali juga menyebut talents dengan menambahkan “s” di akhir kata. Artinya kita punya banyak bakat di dalam diri. Jika bakat itu diasah, maka akan menjadi kekuatan kita. Tapi, terkadang Anda tidak menyadari bakat yang ada dalam diri. Maka, tanyakan pada orang lain yang sering berinteraksi dengan Anda. Mereka yang bisa melihat merasakan atau bahkan mengakui kelebihan Anda.

Sekarang, apakah Anda sudah merasakan gairah terbesar dalam diri? Apakah sudah mengetahui bakat terbaik yang Anda miliki? Anda sangat beruntung jika sudah bisa menyandingkan passion dan talent. Sebab, menurut Ali, orang yang passion-nya sejalan dengan talent, maka akan stand out.

Ali lalu mencontohkan pada sebuah kontes pencarian bakat menyanyi. Seorang peserta yang tidak terlalu berbakat tapi menggebu-gebu untuk memelajari teknik vokal yang benar, maka akan meraih sukses. Tapi, dia perlu bekerja sangat keras untuk bisa berhasil. Sementara peserta bersuara emas yang tidak bergairah untuk mengembangkan diri akan tertinggal dari kontestan lain. Adapun seseorang yang berbakat dan bersemangat akan menonjol di antara semua peserta kontes. Dia bisa menjadi juaranya.

Kebutuhan masyarakat

Ketika sudah mengetahui gairah dan bakat, kini saatnya menentukan bidang kerja yang cocok untuk Anda. Setiap orang tertarik pada isu tertentu. Misalnya ada orang yang bisa berjam-jam menonton sidang kasus kopi bersianida karena punya perhatian khusus pada isu hukum. Ada pula orang yang selalu mengikuti perkembangan inovasi di bidang teknologi karena suka dengan gadget. Tapi, apakah orang-orang tersebut tergerak untuk menjadi advokat atau menciptakan inovasi baru? Belum tentu.

Namun, jika tertarik pada isu tertentu dan ingin bergerak untuk melakukan sesuatu, maka Anda bisa menjadikan hal ini sebagai petunjuk menemukan tujuan hidup. Misalnya, Anda memerhatikan isu lingkungan. Anda merasa miris ketika melihat pembakaran hutan di Riau atau hewan-hewan yang terancam punah. Lalu Anda mulai bergerak dengan menyumbang dana melalui lembaga swadaya masyarakat. Artinya, Anda bisa bekerja di bidang yang terkait isu ini.

Pada momen akhir tahun ini, Anda bisa mengevaluasi diri. Apakah pekerjaan sekarang sudah sesuai gairah dan bakat? Apakah Anda bekerja pada bidang yang paling menyita perhatian selama ini? Apakah Anda masih terfokus mengejar profesi tertentu demi mewujudkan cita-cita masa kecil? Sekarang, saatnya Anda menentukan tujuan hidup sebenarnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini