8 Hal Harus Penderita Diabetes Lakukan sebagai Resolusi 2017

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 03 Januari 2017 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 03 481 1582023 8-hal-harus-penderita-diabetes-lakukan-sebagai-resolusi-2017-bHmCbI5Ziw.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

UNTUK para penderita diabetes, memasuki tahun yang baru tidak mengubah perawatan atau pengobatan mereka. Bagi penderita diabetes, cara mengelola penyakit mereka tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Nah, pola pikir seperti itu tidak benar, para ahli dan dokter telah menekankan pentingnya pengelolaan diabetes jangka panjang. Menurut para ahli, melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat dapat mengontrol kadar gula darah dan menyelamatkan Anda dari komplikasi diabetes.

Dalam hal ini, Dr Sanjay Verma, MD, Konsultan Diabetes dari India, menjelaskan apa yang perlu Anda lakukan di tahun 2017 untuk mengontrol kadar gula darah seperti berikut ini:

1. Menjaga kadar gula darah tetap sehat

Hal ini tampaknya klise, tapi ada cara yang lebih baik untuk menjaga kadar gula darah tetap normal atau sehat. Langkah pertama, mengecek kadar gula darah Anda empat kali sehari, yaitu puasa sebelum sarapan, dua jam setelah sarapan, sebelum makan malam, dan dua jam setelah makan malam. Jangan lupa melakukan cara tersebut di akhir pekan.

Mengapa hal ini penting? Ingat, jika kadar gula darah terus meningkat dan menyentuh 200 mg / dL, maka sulit untuk menjinakkannya. Lebih baik untuk menjaganya dan mengambil tindakan yang diperlukan. Selain itu, akan lebih baik pergi melakukan tes HbA1C tiga bulan sekali untuk mendapatkan laporan status gula darah selama rentang waktu tersebut.

2. Menjadikan tes urin sebagai kebiasaan

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gagal ginjal kronis, akibat kelebihan glukosa dalam darah sehingga membuat ginjal bekerja terlalu keras. Hal ini membuat ginjal membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyaring racun dari darah, sehingga dari waktu ke waktu menyebabkan pembuluh darah kecil rusak.

Kondsi ini menyebabkan kelebihan air dan retensi garam bersamaan dengan kebocoran protein melalui urin. Jejak protein dalam urin ini menjadi pertanda awal kerusakan ginjal. Jadi, pastikan Anda tes urin setiap 6 atau 8 bulan sekali dalam setahun.

3. Konsultasi ke kardiolog

Menjaga kadar gula darah secara teratur saja mungkin tidak cukup. Penderita diabetes juga berisiko mengalami pengerasan arteri dari jantung, otak, ginjal, kaki, dan mata. Bahkan, jika Anda tidak memiliki penyakit jantung, menderita diabetes akan meningkatkan risiko terkena penyakit mematikan tersebut. Jadi, jangan abaikan kesehatan jantung dan lakukan pemeriksaan kesehatannya setiap tahun, mulai tahun ini jika Anda belum pernah melakukannya.

4. Periksa kesehatan mata

Anda bisa terkena katarak, glaukoma dan diabetes retinopati. Gangguan mata akibat diabetes juga dapat menyebabkan kebutaan. Jadi, jangan lupa untuk selalu periksa kesehatan mata selama beberapa kali dalam setahun.

5. Pelajari indeks glikemik

Ketika menggunakan kata indeks glikemik dalam konteks makanan, ingat itu bukan istilah diet. Penderita diabetes harus mewaspadai indeks glikemik. Ingat, mengatakan tidak untuk karbohidrat bukanlah cara cerdas untuk menangani diabetes, mengetahui bagaimana mengatur asupan tersebut adalah solusi terbaik.

Indeks glikemik makanan menunjukkan kenaikan gula darah setelah mengonsumsi makanan kaya karbohidrat. Beberapa makanan kaya karbohidrat memiliki indeks glikemik rendah, sedang dan tinggi. Karena itu, pengetahuan tentang indeks glikemik dari setiap jenis makanan karbohidrat sangat membantu dalam mengendalikan kenaikan gula darah.

6. Jangan abaikan kaki Anda

Jika Anda penderita diabetes, maka jangan lupa memeriksa kesehatan kaki ke dokter. Mereka dapat memberitahu daerah kaki yang berisiko mengalami luka atau borok, di mana itu sulit disembuhkan. Hal ini akan membantu untuk merawat kaki lebih baik.

Selain itu, hindari pemakaian sepatu ketat, berjalan tanpa alas kaki dan berhati-hati ketika menggunting kaku untuk menghindari infeksi. Hal ini akan membantu menghindari komplikasi pada kaki.

7. Menjaga kecepatan dan konsistensi saat berolahraga

Berolahraga, bahkan hanya berjalan-jalan, dapat membantu mengelola diabetes. Tetapi, jika Anda hanya berjalan, itu tidak membantu. Kecepatan berjalan kaki harus 6 km / jam, jadi bukan berjalan-jalan malas. Berjalan kaki di pagi hari dapat memberikan manfaat terbaik mengelola diabetes dan obesitas. Namun, Anda dapat memilih olahraga lain, seperti aerobuk dan permainan.

8. Konsultasi ke konselor

Fluktuasi kadar gula darah dapat menyebabkan perubahan tingkat neurotransmitter, seperti serotonin dan 5HT. Ketika itu terjadi, maka akan membuat seseorang rentan terhadap perubahan mood, yang dapat menyebabkan kecemasan dan depresi dalam jangka panjang.

Perubahan mood dapat memengaruhi kesehatan Anda setiap menit sepanjang hari. Perubahan mood dapat perawatan diabetes Anda tidak sepenuhnya berjalan baik, sehingga berisiko mengalami kenaikan gula darah dan memengaruhi fungsi otak. Sebelum itu terjadi, pastikan untuk berkonsultasi ke seorang terapis secara rutin. Demikian sebagaimana yang dilansir dari laman Thehealthsite.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini