nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Wanita Suka Marah-Marah saat PMS, Pria Wajib Baca!

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Rabu 04 Januari 2017 20:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 04 481 1583287 alasan-wanita-suka-marah-marah-saat-pms-pria-wajib-baca-8CtiX3vE7J.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

ANDA pernah mengalami wanita yang tiba-tiba suka marah-marah dan mengaku sedang PMS? Pasti bisa membuat jengkel menjadi sasaran amarah wanita yang sedang PMS, tapi apa sebabnya?

Sebuah gen dapat menjelaskan, mengapa beberapa wanita menderita sindrom yang parah saat pra menstruasi. Ternyata hal ini diteliti oleh para ilmuwan. Sekira 85 persen wanita mengalami PMS pada hari-hari menjelang menstruasi mereka. Masa-masa itu menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, timbul jerawat, dan nyeri otot serta sendi.

Namun, lima persen dari mereka mengalami gejala ini jauh lebih parah. Kondisi tersebut disebut gangguan premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Para ilmuwan percaya, mereka telah menemukan mekanisme molekuler yang mendasari kerentanan wanita mengalami PMDD.

Penulis studi, Profesor David Goldman, dari National Institutes of Health di AS berkata, "Ini adalah momen besar bagi kesehatan wanita, karena wanita dengan PMDD memiliki perbedaan intrinsik pada molekul untuk menanggapi hormon seks. Tidak hanya perilaku emosional saja, tetapi mereka perlu secara sukarela mengendalikannya."

Sebuah tim dari NIH menemukan, wanita secara teratur mengalami gejala gangguan mood sebelum masa menstruasi. Mereka lebih sensitif terhadap perubahan normal hormon seks.

Penemuan menunjukkan, mematikan hormon estrogen dan progesteron dapat menghilangkan gejala PMDD. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry mengatakan, adanya perbedaan yang nyata antara wanita dengan PMDD dan mereka yang tidak. Perbedaan terbesar ditunjukkan pada gen komplek ESC/E(Z) (Extra Sex Combs/Enhancer of Zeste). Gen itu mengatur mekanisme transkripsi gen menjadi protein dalam menanggapi lingkungan.

Lebih dari setengah gen C/E(Z) terkekspos dalam sel pasien PMDD. Bagaimanapun, ekspresi protein dari gen tersebut kunci menurun pada sel-sel dari wanita dengan PMDD, sehingga memengaruhi respon dari hormon seks.

"Kami menemukan ekspresi dari gen kompleks ini menjadi bukti bahwa PMDD merupakan gangguan respon seluler terhadap estrogen dan progesteron. Untuk pertama kalinya, kami memiliki bukti seluler sinyal abnormal pada sel-sel wanita dengan PMDD," jelas Profesor Peter Schmidt, dari NIH.

Karena penjelasan biologis inilah, wanita mengalami sensitivitas perilaku akibat respon abnormal terhadap estrogen dan progesteron. Para peneliti mengatakan, studi lebih lanjut mengenai gen ini agar dilakukan untuk menemukan pengobatan yang tepat, mengatasi persoalan PMDD. Demikian dilansir dari Dailymail, Rabu (4/1/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini