Pasangan Posesif, Itu Bagian dari Cinta Lho

Agregasi Majalah Popular, Jurnalis · Minggu 08 Januari 2017 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 08 196 1586078 pasangan-posesif-itu-bagian-dari-cinta-lho-9VL1F6kwRi.jpg Ilustrasi (Foto: Popular)

ANDA mungkin lebih berharap wanita yang pengertian ketimbang posesif. Tapi mau bagaimana lagi? Jika si dia terlahir dengan sifat posesif, apa langsung ditinggal begitu saja?

Jangan ya, bersyukurlah masih punya seseorang yang memikirkan dan rela menangis untuk Anda.

Sering Anda mengeluh dengan pasangan posesif yang terus saja rewel dengan segala aktivitas yang Anda lakukan. Kesal! Lantas Anda menimpalinya dengan amarah.

Tapi percayalah, si dia juga tidak mau berada di posisi seperti itu. Pasti ada sesuatu yang tak sesuai, sehingga menjadikannya uring-uringan.

Jadi jika mau mengatasinya, cobalah perbaiki beberapa poin di bawah ini:

Pintar-pintar mengobrol

Pasangan posesif itu selalu rindu dengan pasangan. Baginya, ketakutan itu adalah jika sehari tak menerima pesan dari Anda.

Maka kirimkanlah pesan, meski itu hanya sekadar sapaan pagi atau memberi kabar. Satu hari ada 24 jam, bagaimana bisa Anda tak memberinya satu detik pun?

Jika kenyataannya Anda sangat sibuk, berilah pengertian karena tak bisa berkomunikasi sepanjang hari.

Bertemu meski itu semenit

Artinya meski waktu yang ada sangatlah singkat, jika itu memungkinkan, maka bertemulah.

Apalagi jika Anda dan dia sama-sama sibuk. Pertemuan yang ada akan sangat membahagiakan baginya. Memandang senang dan lelahnya wajah Anda menghadapi kesibukan, menjadi obat anti rewel paling manjur.

Positive thinking

Ini yang sangat ingin dia lakukan, percayalah dia sangat percaya pada Anda, hanya saja keadaan membuatnya tak terwujud. Emosi dia dan Anda menutup semuanya.

Jadi, jika Anda merasa tertuduh sebagai pembohong, percayalah itu terjadi karena dia khawatir Anda akan menjauh. Untuk menghindarinya, kenalkan dia dengan gamblang dunia Anda.

Pilih dirinya atau menyerah?

Ambil pahitnya, Anda ingin putus. Lakukanlah selembut mungkin, jangan sampai si dia merasa seperti dibuang.

Hindari pergi tanpa pesan, blok komunikasi sepihak, dan jangan kasar. Komunikasikan perpisahan dengan lembut meski si dia tetap ngeyel.

Pasangan posesif itu memang sudah seperti ujian, tapi bukankah itu yang namanya hidup? Penuh dengan ujian. Tinggal bagaimana Anda menyikapi dan banyak-banyak bersyukur.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini