Image

Paspor Wanita Ini Ditolak karena Berlebihan Mengkampanyekan Vegan

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2017, 22:25 WIB
https img o.okeinfo.net content 2017 01 13 406 1590808 paspor wanita ini ditolak karena berlebihan mengkampanyekan vegan LzR0VK2MBk.png Ilustrasi Paspor (foto: Lifehacker)

SEORANG wanita vegan atau yang memiliki gaya hidup tanpa memanfaatkan hewan ditolak paspornya karena terlalu berlebihan mengampanyekan gaya hidupnya.

Selain vegan, Nancy Holten, juga seorang aktivis hak-hak binatang yang lahir di Belanda yang kemudian tinggal di Swiss sejak berusia delapan tahun. Meski sudah lama tinggal di sana, bahkan melahirkan anak-anak yang menjadi warga negara Swiss, ia beberapa kali kesulitan mendapatkan paspor Swiss.

Tercatat, ia dua kali gagal mendapatkan paspornya, karena warga lain di komunitas Gipf-Oberfrick tidak suka dengan pembicaraan mengenai isu-isu hak binatang. Ini berpengaruh, karena pendapat masyarakat lokal yang tinggal dengan orang asing itu biasa dipertimbangkan untuk pengajuan aplikasi paspor.

(foto: Nancy Holten)

Perlawanan Holten untuk tradisi lokal, seperti berburu, balapan babi, dan lonceng untuk sapi, ditambah keluhannya pada lonceng gereja di desanya, telah membuat wanita 42 tahun tersebut dicap "mengganggu" oleh penduduk setempat.

Akibatnya, pada 2015, pengajuan pertamanya untuk naturalisasi kewarganegaraan tidak disetujui 144 dari 206 warga desa, meski telah disetujui oleh otoritas. Upaya kedua kalinya juga ditolak pada bulan November lalu.

"Banyak orang berpikir bahwa saya menyerang tradisi mereka. Tapi yang saya lakukan bukan seperti itu, karena memotivasi saya tentang lonceng sapi itu adalah kesejahteraan hewan," kata Holten kepada The Local, seperti dikutip dari Stuff, Jumat (13/1/2017).

Sementara itu, tokoh politik lokal, Tanja Suter, mengatakan bahwa Holten "bermulut besar" dan warga tidak akan mendukung kewarganegaraannya jika dia mengganggu mereka dan tidak menghormati tradisi yang ada. Juru bicara pemerintah daerah setempat, Urs Treier, juga mengakui Holten tidak diinginkan oleh masyarakat.

"Alasan mengapa mereka menolak naturalisasi Holten adalah karena dia sangat sering mengekspresikan opini pribadinya di media dan juga mengumpulkan liputan media untuk memberontak terhadap tradisi [Swiss] di desa ini,” katanya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini