nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penderita DBD Di Indramayu Diprediksi Capai 1.000 Orang di 2017

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Rabu 18 Januari 2017 12:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 18 481 1594412 penderita-dbd-di-indramayu-diprediksi-capai-1-000-orang-di-2017-LW8anadoK1.jpg Nyamuk DBD (Foto: Okezone)

DEMAM berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Indramayu, Jawa Barat.

Terlebih masih memasuki musim hujan yang diperkirakan terjadi hingga bulan Februari mendatang.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Agus Rohani menyebutkan sepanjang 2016 sebanyak 883 kasus DBD terjadi di Indramayu, 32 diantaranya meninggal dunia.

Sejak dua bulan terakhir ini memasuki musim hujan terjadi sebanyak 66 kasus dan satu diantaranya meninggal dunia.

"Kemungkinan kasus DBD ini bisa meningkat di Februari-Maret, mengingat musim hujan masih terjadi di Indramayu," terang Agus, belum lama ini.

Agus memprediksi di 2017 ini kasus DBD akan meningkat dengan mencapai sekira 1.000 kasus, pasalnya jika dilihat dari angka bebas jentik di Indramayu masih kurang dari 80 % dengan target 95% secara nasional.

"Dengan banyaknya penderita DBD yang meninggal ini kami masih harus melakukan penelitian, apa yang menjadi penyebab utamanya apakah terlambat penanganannya ataukah sulit untuk diketahui gejalanya yang mirip dengan gejala sejumlah penyakit," ungkapnya.

Agus menjelaskan bagi penderita DBD bisa diketahui dari 0 hari setelah digigit nyamuk tersebut yang kemudian tubuh si penderita mengalami panas tanpa adanya gejala batuk dan pilek, lebih baik jika terdapat kondisi itu, penderita secepatnya dibawa ke rumah sakit karena masa kritis penderita DBD ada pada hari ke 2 hingga hari ke 6.

"Mayoritas DBD menyerang usia 14-15 tahun atau usia anak sekolah,

nyamuk DBD ini menggigit pada siang hari dengan periode aktif pukul 09.00-11.00 wib," ucapnya.

Sebetulnya, lanjut Agus, DBD bukan penyakit yang harus ditakuti, ini merupakan penyakit yang berasal dari lingkungan. Untuk itu, masyarakat harus memulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta bersama-sama pemberantasan sarang nyamuk.

"Di sekolah pun kita bisa bekali anak-anak kita dengan lotion anti nyamuk agar tetap terhindar dari ancaman gigitan nyamuk," tuturnya.

(ren)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini