nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TREN FASHION 2017: Tren Busana Wanita di Jakarta Fashion Week 2017

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 22 Januari 2017 07:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 21 194 1597325 tren-fashion-2017-tren-busana-wanita-di-jakarta-fashion-week-2017-t1mdo7vyT8.jpg Jakarta Fashion Week 2017 (foto: heru/okezone)

MESKI belum termasuk dalam deretan kiblat mode dunia, kota Jakarta menjadi salah satu yang diperhitungkan dalam mencetuskan tren terbaru bagi para pecinta dan penikmat mode Tanah Air. Ya, di Jakarta Fashion Week 2017, sejumlah desainer Indonesia hingga luar negeri menghadirkan ragam busana yang diprediksi menjadi tren sepanjang tahun ini.

Lantas, apa saja tren busana wanita yang disuguhkan dalam gelaran yang diselenggarakan selama tujuh hari berturut-turut itu?

Modest wear

Gaya busana santun atau dikenal dengan modest wear menjadi yang paling banyak di highlight sepanjang gelaran Jakarta Fashion Week 2017. Modest wear di sini tak hanya dikenakan oleh para wanita berhijab, tetapi juga wanita yang tidak berhijab. Salah satu label yang menampilkan koleksi modest wear adalah I.K.Y.K (I Know You Know).

I.K.Y.K mempresentasikan ciri khas gaya busana santun dari beberapa negara di Asia. Anindia Putri, sang desainer, mencoba memadukan unsur pop culture (budaya musik, film, dan fesyen) yang tidak hanya digandrungi untuk feysen lokal tetapi juga secara lingkup global.

(foto: heru/okezone)

Siluet ragam outfit yang dirilis jatuh pada pilihan warna natural. Sebut saja salmon pink, kuning pastel, red wine, navy blue, dan green olive dengan material bahan dan desain bernuansa 80'an seperti velvet, tartan, dan gingham.

Nuansa earth tone hingga pop color

Ardistia New York menampilkan evening wear dengan nuansa warna netral seperti classic camel, iron grey, infinite black and white. Warna tersebut dituangkan dalam bentuk siluet dimensional, asimetris layering, hingga sleeveless blouse dengan celana palazzo, outerwear dengan crop top.

 

 (foto: kiki/okezone)

Kemudian, desainer Raegita Zoro yang menghadirkan rancangan koleksinya dalam nuansa yang lebih segar, yakni berkonsep urban dengan warna-warna bold, seperti kuning mustard, biru indigo, hitam, hingga metalik.

Gaya etnik

Seiring berkembangnya tren fesyen dunia, kain tradisional Indonesia kian naik daun di panggung mode Jakarta Fashion Week 2017. Misalnya, hasil kerajinan batik dan tenun dari Kediri, Jawa Timur, yang dirancang menjadi tampilan yang modis. Siluet rok, gamis, dan blus hadir dalam ragam busana yang didominasi warna abu-abu yang berasal dari material Tenun Ikat Bandar Kidul rancangan Hannie Hananto. Kemudian, motif jaranan atau kuda lumping yang dirancang Lenny Agustin berpotongan H dan X dengan warna-warna yang colorfull.

 


Gaya busana etnik juga ditampilkan oleh desainer muda lulusan ESMOD bernama Delyana Ulimasari. Dea, begitu ia akrab disapa, mengangkat kain Songket Palembang. Menariknya, Dea membuat sendiri motif yang terdapat pada kain songket dalam tiga koleksi rancangannya.

(slv)

Bagikan Artikel Ini