Cara Mudah Membedakan Serangan Jantung dan Henti Jantung Tiba-Tiba

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Kamis 26 Januari 2017 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 26 481 1601926 cara-mudah-membedakan-serangan-jantung-dan-henti-jantung-tiba-tiba-b98MthI6K8.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TAK sedikit orang terkecoh ketika seseorang meninggal mendadak. Banyak orang berpendapat meninggal tiba-tiba disebabkan oleh serangan jantung. Kenyataannya, belum tentu pasien yang mendadak meninggal mengalami serangan jantung.

Rata-rata pasien yang meninggal tiba-tiba, tanpa penyebab apapun mengalami henti jantung. Dengan syarat, pasien belum memiliki riwayat penyakit lain. seperti kanker atau penyakit kronis lain. Lantas, bagaimana membedakan henti jantung dan serangan jantung?

Dr Jeffrey Wirianta, SpJP, FIHA, seorang interventional cardiologist, menerangkan bahwa keduanya hal yang amat berbeda. Maka dari itu, simak perbedaan serangan jantung dan henti jantung berikut ini.

Titik masalah

"Meninggal akibat jantung atau henti jantung tiba-tiba problemnya adalah kelistrikan jantung. Jadi masalah dasarnya adalah gangguan irama jantung," jelas dr Jeffrey di RS Jantung Diagram, Cinere, Depok, Kamis (26/1/2017).

Sementara itu, serangan jantung terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah yang memberi suplai ke jantung. Inilah yang mengakibatkan seseorang mendapatkan kasus serangan jantung.

Rentang waktu

Dr Jeffrey mengatakan, seseorang yang meninggal akibat henti jantung biasanya terjadi tiba-tiba tanpa gejala spesifik. Umumnya, dalam hitungan menit, pasien yang mengalami henti jantung tidak terselamatkan dalam hitungan menit. Prosesnya begitu cepat. Berbeda halnya dengan serangan jantung yang memiliki rentang waktu yang cukup lama.

"Serangan jantung bisa enggak meninggal? Bisa banget. Kalaupun pasien jantung meninggal, ia membutuhkan hitungan jam," ungkap dr Jeffrey.

Serangan jantung bisa alami komplikasi

Mereka yang mengalami serangan jantung, tentu bisa mendapatkan komplikasi henti jantung. Biasanya ditandai dengan fibrilasi ventrikel atau aritmia jantung yang berbahaya. Inilah yang bisa berakibat pada kematian mendadak pasien dengan serangan jantung.

"Kalaupun pasien jantung meninggal, ia membutuhkan hitungan jam. Serangan jantung bisa tiba-tiba pasiennya meninggal jika langsung berkomplikasi sebagai gangguan irama jantung," jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini