Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama pada Orang yang Alami Henti Jantung

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Jum'at 27 Januari 2017 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 27 481 1602476 jangan-panik-begini-pertolongan-pertama-pada-orang-yang-alami-henti-jantung-kMg1ZcWRJV.jpg Ilustrasi (Foto: Youtube)

Biasanya orang yang mengalami henti jantung mengalami pingsan jantung tidak berdetak, dan napas berhenti.

Ada beberapa cara untuk menyelamatkan nyawa orang yang mengalami henti jantung. Dr Jeffrey Wirianta, SpJP, FIHA, seorang interventional cardiologist, menyebutkan beberapa hal yang perlu segera dilakukan menghadapi pasien henti jantung.

CPR atau resusitasi

"Langkah pertama melalui CPR atau resusitasi. Kita enggak usah mikir jauh-jauh, cukup pompa jantung dan napas buatan. Harus kita bantu dari luar supaya dia memompa secara normal," jelas dr Jeffrey di RS Jantung Diagram, Cinere, Depok, Kamis 28 Januari 2017.

Ia menambahkan, ketika seseorang berhasil memompa jantung dengan benar dan tanpa memberinya napas buatan, pasien bisa selamat dan napasnya tak akan cepat berhenti.

Kejut jantung atau AED

Bila memungkinkan, alat kejut jantung ini perlu segera digunakan kepada orang yang terkena henti jantung. Automatic External Defibrillator (AED) mampu mengembalikan kelistrikan jantung, sehingga jantung dapat memompanya dengan normal.

"Problemnya, di mana alat itu tersedia. Di bandara biasanya saya lihat sudah tersedia. Terus terang di negara kita alat tersebut masih sangat sedikit," ungkap dr Jeffrey.

Membantu dan meminta tolong

Ketika seseorang jatuh dan pingsan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa nadinya. Kalau nadinya tak berdenyut, segeralah cari AED. Jika tak tersedia, pompa jantung sampai bantuan definitif datang. Jangan lupa berteriak untuk minta pertolongan.

Pemasangan ICD

"Kalau orangnya survived, kita (dokter) perlu lakukan ICD atau implantable cardioverter defibrillator. alat ini biasanya mengatasi gangguan irama jantung dari dalam," jelas dr Jeffrey lagi.

Ia menerangkan, pemakaian alat ini bisa mendeteksi gangguan irama jantung dalam 4 detik pertama. Bila gangguan irama tedeteksi berbahaya, alat ini akan menunggu 7 detik berikutnya dan melakukan kejut jantung dari dalam.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini