nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Bedanya Filler dan Botox?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Selasa 31 Januari 2017 18:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 31 194 1605902 apa-bedanya-filler-dan-botox-466qjU8EIo.jpg Ilustrasi treatment filler dan botox (Foto: Treathampshier)

SEIRING bertambahnya usia, kulit wajah mengalami penipisan dan menampakkan garis-garis halusnya. Proses menipisnya kulit membuat beberapa bagian di wajah menjadi kosong dan cekung.

Alhasil, beragam cara pun dilakukan untuk membuat bagian wajah tampak ‘berisi’. Mulai dari penggunaan krim wajah hingga melakukan tindakan yang lebih ekstrem, seperti suntik filler dan botox.

Diketahui suntik filler dan botox sama-sama merupakan tindakan non operasi yang bisa dilakukan tanpa melakukan pembiasan dan penanganan dari dokter bedah plastik. Lantas, apa yang membedakan kedua tindakan ini? Berikut uraiannya, seperti dilansir MarieClaire, Selasa (31/1/2017).

Suntik filler

Semakin bertambahnya usia, kolagen dan tingkat elastisitas kulit kian menurun. Tubuh yang awalnya diisi oleh asam hyaluronat (hyaluronic acid) pun turut berkurang bahkan hilang.

Tak heran jika kulit tampak kering, menipis, sehingga muncul garis-garis halus dan kulit keriput. Bahkan, beberapa area pada wajah, tanda-tanda tersebut terlihat amat jelas.

Untuk mengisi bagian kosong pada wajah, seperti garis senyum, bibir, yang tipis, hingga pipi yang cekung, maka dilakukanlah filler. Filler mengandung hyaluronic acid atau asam hyaluronat yang sebetulnya sudah ada di kulit kita.

Cara kerja filler pun tidak menyakitkan, prosesnya hanya menyuntikkan asam hyaluronat pada kulit. Waktu yang dibutuhkan sekira 30-45 menit. Hasilnya pun cepat terlihat dan tidak menimbulkan bekas. Lantaran sifatnya tidak permanen, maka seseorang perlu melakukan tindakan suntik filler berulang. Lazimnya, suntik filler bisa bertahan selama 18-24 bulan.

Botox

Botox atau merupakan kepanjangan dari botulinum toxin memang ditargetkan untuk mengatasi kerutan dan garis-garis halus yang merupakan hasil dari kontraksi otot yang berlebihan. Itulah yang menyebabkan botox cukup populer di kalangan wanita di atas 40 tahun.

Perihal botox, lazimnya seseorang akan mengalami memar ringan dan bengkak setelah melakukannya. Namun, tak perlu khawatir lantaran tak ada efek samping yang akan dialami, seseorang bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini