Share

FOOD STORY: Afternoon Tea dengan High Tea, Apa Bedanya?

Santi Andriani, Jurnalis · Rabu 01 Februari 2017 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 01 298 1606748 -xwcIJqFXiS.jpg Afternoon tea dan high tea (Foto: Hercanberra)

AFTERNOON tea mungkin Anda sudah sering mendengarnya, tapi bagaimana tradisi high tea? Lalu apakah keduanya merupakan tradisi yang sama atau berbeda?

Meski sama-sama tradisi menyeruput teh, ternyata afternoon tea dan high tea muncul dari budaya yang berbeda.

Afternoon tea

Afternoon tea adalah tradisi bersantap masyarakat Inggris, biasanya teh disadingkan dengan camilan seperti sandwich, scones atau sejenis kue kering dan cakes.

Sesuai dengan namanya, afternoon tea dilakukan setiap menjelang sore yaitu sekitar pukul 4 sore Seiring perkembangan zaman, tradisi afternoon tea menjadi sangat berkelas dan modern pada awal abad 19.

 

Adalah Anna, Duchess ke-7 dari Bedford yang pertama kali membudayakan afternoon tea. Anna menggelar tradisi afternoon tea untuk mengobati rasa lapar dan keinginan untuk mengemil, karena waktu makan malam yang saat itu baru pukul 8 malam. Saat itu pun afternoon tea hanya dilakukan secara pribadi oleh Anna di kamar tidurnya.

Namun seiring zaman, afternoon tea menjadi gaya hidup kaum bangsawan saat itu. Afternoon tea tidak hanya dilakukan di dalam kamar tapi tempat yang lebih luas, bahkan kafe dan restoran memiliki spesial paket afternoon tea.

High Tea

Asal-usul Afternoon Tea merujuk dengan jelas bahwa tradisi tersebut adalah milik orang kaya di abad ke-19. Para pekerja industri baru akan menyeruput teh mereka setelah usai jam kerja yakni pada sore hari. Saat tubuh lelah karena bekerja keras, mereka akan menghadiahi tubuh dan pikiran mereka dengan secangkit teh kental yang panas. Tidak hanya teh, kemudian disandingkan juga berbagai snack.

Seiring perkembangan zaman yang modern, saat ini meski masih sama-sama masih menyeruput teh, namun tradisi afternoon tea menjadi lebih dikenal dengan sebutan high tea. Karena tidak dilakukan secara pribadi lagi atau dengan tempat yang terbatas seperti di kamar atau di taman, high tea lebih seperti suasana makan malam. Dinikmati dengan duduk di kursi tinggi dan suasana yang sedikit formal. Tradisi itu pun kini banyak ditawarkan oleh restoran-restoran berkelas atau restoran di hotel berbintang lima.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini