nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah Jogging, Lebih Baik Mandi dengan Air Dingin atau Air Hangat?

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Sabtu 04 Februari 2017 17:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 02 04 481 1609510 setelah-jogging-lebih-baik-mandi-dengan-air-dingin-atau-air-hangat-J6xtPUjO2n.jpg Ilustrasi (Foto: Youtube)

KERINGAT yang menyelimuti tubuh setelah jogging membuat Anda ingin cepat-cepat mandi. Yup, mandi setelah jogging atau berolahraga dapat menyegarkan tubuh dan membasmi bakteri dari kulit. Namun, yang menjadi pilihan apakah Anda akan mandi dengan air panas atau air dingin?

Mandi dengan air hangat dapat mengalirkan aliran darah ke kulit, menenangkan otot-otot Anda, serta membuat diri lebih rileks dan nyaman. Namun, mandi dengan air dingin akan melindungi organ-organ internal Anda.

Ketika berolahraga, detak jantung akan meningkat, asam laktat menumpuk saat otot kekurangan oksigen. Kejadian ini memang normal di kala Anda melakukan latihan intens. Ada sensasi terbakar di balik "gigitan" asam laktat pada otot.

Suhu dingin akan membantu detak jantung kembali normal dan meningkatkan sirkulasi darah. Ditambah lagi, mandi air dingin dapat menghilangkan asam laktat dengan segera.

Olahraga juga dapat menyebabkan otot-otot menjadi meradang. Mandi air dingin membantu meminimalkan peradangan pada jaringan lunak dan nyeri terkait.

Secara keseluruhan, mandi air dingin setelah latihan dapat mengembalikan ukuran pembuluh darah dan mampu mengurangi pembengkakan yang terjadi.

Cara unik untuk memulihkan kondisi tubuh adalah merendam tubuh di dalam es selama 15-20 menit setelah latihan. Anda bisa melakukan pijatan-pijatan untuk mengurangi penumpukan asam laktat, serta mengendurkan ketegangan otot.

Metode mandi terbaik setelah berolahraga adalah dengan bergantian berendam dalam air panas dan dingin untuk mengoptimalkan pemulihan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Science and Medicine in Sport, mengatakan bahwa atlet yang mencoba terapi ini memiliki penurunan signifikan terhadap denyut jantung dan asam laktat, dibandingkan mereka yang hanya melakukan pendinginan setelah berolahraga. Demikian dilansir dari laman Howstuffworks, Sabtu (4/2/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini