Menkes Nila Moeloek Mengukuhkan Anggota Komite Penempatan Dokter Spesialis

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Senin 06 Februari 2017 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 06 481 1610960 menkes-nila-moeloek-mengukuhkan-anggota-komite-penempatan-dokter-spesialis-Tj2qyhLydM.jpg Menkes Nila Moeloek (Foto: Manda/Okezone)

SALAH satu tantangan yang dihadapi oleh Indonesia adalah pemerataan kesehataan. Dalam menjawab tantangan ini, Kementerian Kesehatan RI siap melakukan penempatan Wajib Kerja Dokter Spesialis.

Komite Pemempatan Dokter Spesialis (KPDS), mewakili Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Dalam Negeri, Organisasi Profesi dan Kolegium, Konsil Kedokteran Indonesia, Asosiasi Institusi Pendidikan, Ikatan Dokter Indonesia, Asosiasi Perumahsakitan, dan Badan Pengawas Rumah Sakit.

"Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis tersebut seperti pemberian bantuan belajar atau Tubel," kata Menkes Nila dalam pengukuhan 21 anggota Komite Penempatan Dokter Spesialis periode 2016-2019 di Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017).

Berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia, per 31 Desember 2015, jumlah dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang terdaftar di STR di KKI mencapai 29.665 orang. Jika angka ini dihitung, rasio spesialis dan jumlah penduduk di Indonesia hanya sekira 12,7 persen per 100.000.

Selain itu, untuk pemenuhan kualitas dari masing-masing dokter juga dipertahankan. Menurut dr Nurdadi Saleh, SpOG, perwakilan dari kolegium, bahwa kelulusan ujian kompetensi dokter spesialis menjadi tolok ukur standarisasi kualitas para dokter.

"Seluruh pendidikan spesialis memiliki standar yang sama yang mengacu kepada ujian nasional. Tapi seseorang yang mendapatkan sertifikat kompetensi setelah ia mendapatkan ujian nasional," jelas dr Nurdadi.

Dengan demikian, kualitas para dokter spesialis sudah terstandarisasi dan tidak ada perbedaan kualitas antar daerah.

Menkes Nila menganggap, pemerataan distribusi dokter spesialis ini dianggap sebagai langkah yang baik untuk mengetahui permasalahan di daerah. Pasalnya, masalah kesehatan baik di kota besar maupun di daerah akan berbeda.

"Saya kira ini bagus sekali, sehingga para dokter ini bisa memahami kebutuhan dan permasalahan yang dialami di daerah, karena akan beda di kota besar," tambah dr Nila.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini