China Siap Lawan AIDS dengan Pengobatan Tradisional

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Selasa 07 Februari 2017 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 07 481 1611754 china-siap-lawan-aids-dengan-pengobatan-tradisional-h7YRQ92kre.jpg China siap lawan AIDS dengan pengobatan tradisional (Foto: Zeenews)

PRAKTIK obat kuno diyakini memiliki sifat yang kuat. Di era modern ini, obat tradisional masih menjadi alternatif kedua, setelah pengobatan medis.

Dalam rangka meningkatkan penggunaan praktik pengobatan tradisional ini, China berencana melipagandakan pengobatan obat tradisional China kepada para pasien AIDS.

Promosi ini menjadi bagian dari rencana lima tahun dewan negara kabinet China, untuk mengatasi persoalan HIV/AIDS.

"Jumlah orang dengan AIDS yang dirawat dengan obat tradisional meningkat dua kali lipat sejak 2015," ucap dewan negara.

Rencananya, departemen kedokteran tradisional Chinda dan kesehatan nasional dan perencanaan komisi keluarga, akan menemukan regimen terapi dengan menggabungkan pengobatan tradisional China dan pengobatan medis negara Barat.

Pengobatan tradisional ini sejalan dengan upaya terbaru pemerintah untuk membuat praktik prioritas pembangunan dan publisitas. Tradisi pengobatan ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu dengan menggunakan campuran herbal, terapi fisik, seperti akupuntur dan bekam.

Ilmu di balik pengobatan ini memang telah lama dipertanyakan. Bulan lalu, para peneliti medis mempermasalahkan sebuah studi yang mengklaim, akupuntur dapat menyembuhkan bayi kolik.

Pada akhir Desember, legislatif China menaati jalur hukum untuk melisensikan pengobatan ini. Sehingga para praktisi dapat membuka klinik mereka dengan mudah.

Menurut Kantor Informasi Dewan Negara, terdapat sekira 450.000 pengobatan tradisional China di seluruh negeri. Pemerintah melihat praktik ini sebagai alternatif hemat biaya untuk kesehatan modern.

Inisiatif baru untuk mengatasi HIV ini bertujuan untuk mengurangi penderita AIDS akibat perilaku homoseksual. Mereka menargetkan setidaknya 10 persen penurunan dan kurang dari 4 persen pada tingkat penularan dari ibu ke anak.

China melaporkan kepada PBB pada 2015, bahwa terdapat 501.000 kasus HIV/AIDS pada akhir 2014. Demikian dilansir dari Zeenews, Selasa (7/2/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini