Pasien Stroke Harus Ditolong dalam Waktu 4 Jam saat Mengalami Gejalanya

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 08 Februari 2017 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 08 481 1612857 pasien-stroke-harus-ditolong-dalam-waktu-4-jam-saat-mengalami-gejalanya-UbTY6MBrwx.jpg Ilustrasi (Foto: Youtube)

ORANG awam sangat sulit mendeteksi penyakit stroke, sehingga tidak dapat ditolong dengan cepat. Tapi setelah terjadi gejala awal dan tidak ditolong dalam waktu empat jam, kondisi pasien bisa semakin memburuk.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Prof Dr dr Mohammad Hasan Machfoed, SpS(K), MS mengatakan, pasien stroke harus mendapat pertolongan yang tepat. Maksimal pertolongan pertama dilakukan empat jam saat pasien mengalami tanda-tanda stroke.

"Stroke harus cepat ditolong agar bisa menghancurkan bekuan darah, maksimal empat jam agar sembuh total. Kalau lebih lama agak susah untuk sembuh total," ujar dr Hasan saat ditemui di Grand Kalbe Akademia, Central Park, Jakarta Barat, belum lama ini.

Sewaktu pasien menderita stroke, terang dr Hasan, pasien tiba tiba mengalami kekurangan suplai oksigen ke otak. Kalau suplai oksigen itu berhenti 10 menit, otak sudah rusak.

"Di dalam otak ada namanya area penumbra, itu bisa hidup dan mati," katanya.

Apabila pasien stroke tidak ditangani di waktu golden period, sangat rentan terjadi komplikasi. Sebagian organ tubuh mengalami mati rasa atau sulit digerakkan atau lumpuh.

"Komplikasinya tergantung pada daerah mana yang terkena gangguan. Misalnya kalau sebelah kiri yang kena, bagian kanan mati rasa. Tapi kalau ditangani di waktu empat jam bisa bagus kalau stroke ringan," lanjutnya.

Ingat ya, stroke ringan dapat menjadi berat ketika pasien tidak mendapatkan pertolongan dalam waktu cepat. Terlambat satu menit, pasien bisa mengalami kelumpuhan yang mungkin sulit dinormalkan kembali

"Mendapatkan pertolongan dokter saraf bisa langsung diberi obat. Ini supaya bisa jadi perhatian kita bersama," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini