nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miss Elliot dan 5 Selebriti Dunia Ini Berjuang Melawan Penyakit Autoimun

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Kamis 09 Februari 2017 18:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 09 481 1614124 miss-elliot-dan-5-selebriti-dunia-ini-berjuang-melawan-penyakit-autoimun-caaZpVICwh.jpg Artis yang berjuang melawan penyakit autoimun (Foto: Yahoo)

Miss Elliot (45) harus berjuang melawan penyakit autoimun yang bikin ia berhenti sementara dari perkancahan musik. Ya, penyakit Graves ini juga dialami penyanyi cantik Selena Gomez.

Elliott sempat absen dari perhelatan musik sejak 2005. Ia akhirnya kembali 10 tahun kemudian dengan kondisi yang lebih prima ketika berada di Super Bowl Show 2015.

Ia pertama kali didiagnosis mengidap Graves pada 2008. Berat badannya turun dan seluruh fisiknya berubah. Beberapa efek dari sindrom ini membuat rapper asal Amerika ini berhenti sejenak dari kancah permusikan.

"Penyakit ini menyebabkan rambutku rontok dan ada tonjolan pada mataku. Tekanan darahku selalu naik saat aku terlalu ekstra bekerja," kata Elliott.

Tak banyak orang mengetahui penyakit Graves. Menurut Mayo Clinic, gejala Graves disertai dengan penurunan berat badan, kecemasan, sering buang air besar, tremor pada tangan, mata menonjol, jantung berdebar-debar.

Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh hormon tiroid. Ahli medis masih bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi pada individu yang sehat. Lantas siapa seleb dunia yang menderita penyakit autoimun? Berikut nama-nama artis yang telah dirangkum oleh Okezone, Kamis (9/2/2017)

Nick Cannon

Host America's Got Talent, Nick Cannon, menjadi berita utama ketika ia dirawat di rumah sakit dengan gagal ginjal ringan pada tahun 2012. Tak lama kemudian ia didiagnosis dengan lupus nephritis. Bintang tersebut dirawat di rumah sakit lagi pada tahun 2012, kali ini untuk pembekuan darah di paru-parunya dan ventrikel yang membesar di dalam hatinya.

Ia mengakui, lupus sangat menghambat kariernya. Namun ia bertekad untuk mendidik masyarakat tentang lupus dan menginspirasi orang-orang yang hidup dengan penyakit itu. Setelah perawatan di rumah sakit, ia mendokumentasikan pemulihan dalam serangkaian situs Internet, mengatakan ia ingin orang lain tahu bahwa "Anda tidak harus membiarkan hal itu menghentikan Anda".

Dalam dokumentasi ini, Cannon berbicara tentang perubahan yang dialaminya sejak diagnosis, termasuk mundur dari acara radio dan perubahan pola makan seperti mengurangi asupan kalium, garam, dan fosfor.

Selena Gomez

Penyanyi dan mantan bintang Disney Selena Gomez memicu rumor bahwa ia berjuang dengan kondisi kesehatannya pada akhir tahun 2013, ketika ia membatalkan beberapa turnya.

Beberapa bulan kemudian kakeknya, Ricardo Gomez Sr, menyatakan pada Radar Online bahwa Gomez didiagnosis dengan lupus beberapa tahun yang lalu, dan tengah menjalani pengobatan. "Dokter mengatakan dia perlu beristirahat selama beberapa waktu," katanya. "Terlalu banyak tekanan apa yang dia alami."

Namun kondisinya berangsur membalik dan dia kembali bermusik, antara lain dengan merilis single baru, “The Heart Wants What the Heart Wants”.

Seal

Sejumlah 'teori' beredar terkait bekas luka di wajah penyanyi ini, termasuk terluka karena pisau saat berkelahi, kecelakaan mobil, dan bahkan bertemu dengan serigala.

Yang sesungguhnya, luka di wajah pelantun "Kiss From a Rose" ini adalah hasil dari lupus diskoid, yang menyebabkan luka pada kulit. Lupus jenis ini biasanya menargetkan kulit pada wajah dan kulit kepala, dan menyebabkan jaringan parut yang dalam. Jaringan parut di wajahnya mulai muncul saat ia berusia 23 tahun.

Lupus diskoid juga menyebabkan kepekaan terhadap sinar matahari, dan 10 persen dari penderita akan terus mengembangkan lupus sistemik. Namun lupus Seal kini dikabarkan masuk dalam fase remisi, alias tak sedang aktif.

Michael Jackson

Didiagnosis dengan lupus pada tahun 1986, raja pop Michael Jackson menyesuaikan penampilannya demi melindungi kulit yang semakin sensitif dari matahari dan sinar ultra violetnya. Topi khasnya, kacamata hitam, masker, dan kebiasaannya membawa payung adalah langkah praktis yang diambilnya untuk menghindari paparan sinar matahari dan memicu munculnya gejala.

Salah satu dokter Jackson mengatakan kepada Good Morning America pada tahun 2009 bahwa Jackson, seperti hanya Seal, menderita lupus diskoid. Rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi dan komplikasinya mungkin menjadi penyebab mengapa ia kecanduan dengan obat penghilang nyeri yang diresepkan.

Selain itu, laporan koroner setelah kematian bintang itu mengungkapkan bahwa ia memiliki osteoarthritis dalam jari-jarinya dan tulang belakang, serta peradangan dan jaringan parut yang signifikan pada paru-parunya; arthritis adalah umum pada orang dengan lupus, sedangkan kerusakan paru-paru bisa menjadi hasil dari lupus atau penggunaan yang luas dari obat pembunuh rasa sakit Demerol.

Toni Braxton

Penyanyi dan aktris Toni Braxton mengungkapkan ia diagnosis dengan lupus setelah pingsan di atas panggung selama pertunjukan di Las Vegas pada tahun 2008. Dalam sebuah wawancara dengan Health Monitor tahun 2013, Braxton mengatakan lupusnya menyerang organ hati. Dia sekarang menjadi dan mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. "Tiada hari tanpa berjalan di atas treadmill," katanya.

Dalam bermusik, ia mengaku hanya akan melakukan tur singkat saja dan mengatasi stres dengan mendengarkan musik dan memainkan piano. Ia menyatakan meditasi dan yoga tidak membuahkan hasil maksimal untuknya.

Braxton pernah menuliskan tweet yang menyebut obat kortikosteroid -- salah satu obat yang umum diresepkan bagi penderita lupus -- berpengaruh berbeda dalam tubuhnya. Jika kebanyakan wanita mengalami kenaikan berat badan setelah mengonsumsinya, ia menyatakan hal itu tak berlaku baginya.

Lady Gaga

Bintang pop Lady Gaga mengatakan banyak anggota keluarganya yang menjadi penderita lupus dalam sebuah wawancara dengan Larry King pada 2010, namun ia mengaku tidak menderitanya. "Sampai sekarang aku tidak memilikinya, tapi aku harus merawat diriku sendiri," katanya.

Namun, ia mengaku menderita sinovitis, suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi dan sering dikaitkan dengan lupus. Ia pernah terpaksa membatalkan beberapa pertunjukan dalam rangkaian turnya yang bertajuk Born This Way Ball.

Sebanyak 20 persen wanita dalam tes untuk antibodi yang berhubungan dengan lupus menunjukkan hasil positif, tetapi hanya 10 persen dari mereka yang didiagnosis dengan lupus.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini