Terganggu Mendengar Orang Mengunyah saat Makan? Ini Sebabnya!

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Sabtu 11 Februari 2017 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 10 481 1615021 terganggu-mendengar-orang-mengunyah-saat-makan-ini-sebabnya-ndEPmOlcAQ.jpg Ilustrasi (Foto: Sheknows)

KETIKA mulut mengunyah makanan, pasti terdengar suara decakan. Suara kunyahan mulut membuat beberapa orang merasa terprovokasi dan merasa tidak nyaman. Orang yang terganggu dengan suara ini disebut dengan misophonia.

Misophonia adalah gangguan emosi negatif (keamarahan dan kecemasan) dalam menanggapi suara yang dihasilkan saat orang lain makan, minum, mengunyah, dan bernapas. Gangguan ini dimulai sejak awal kehidupan dan dapat dideteksi sejak usia 12 tahun.

Sebuah penelitian dari Inggris menemukan, suara saat makan mendapati respon emosional yang berlebihan bagi penderita misophonia. Sukhbinder Kumar dan timnya di University of Newcastle memindai otak dari 20 relawan dengan misophonia akut. Mereka juga meneliti 22 relawan yang tidak memiliki misophonia.

Para peserta diperdengarkan berbagai suara, sementara mereka dipantau dalam mesin MRI. Suara yang dimainkan, di antaranya suara hujan, teriakan orang, maupun suara pemicu.

Data menunjukkan, suara pemicu membangkitkan distress misophonic. Suara yang tidak menyenangkan seperti teriakan tidak menghasilkan reaksi misophonic.

Kelompok misophonic mengalami peningkatan denyut jantung dan respon perlawanan tubuh, ketika mereka mendengar suara pemicu. Para peneliti melihat adanya koneksi antara bagian dari otak yang terhubung dengan emosi, ketika misophonia terlalu aktif.

"Mereka dengan misophonia akan merasa terganggu ketika mendangar suara-suara, tetapi aktivitasi misophonia muncul ketika ada suara pemicu," jelas Kumar. Bukan merasa jijik, rata-rata relawan akan memberi respon marah ketika mendengar suara pemicu.

Saat ini tidak ada obat untuk menangani misophonia. Sebagai pencegahan reaksi marah, penyumbat telinga bisa membantu mereka. Peneliti menyarankan untuk menghindari alkohol dan kafein. Konsumsinya dapat memperparah misophonia. Hasil dari penelitian ini nantinya akan dipublikasikan dalam jurnal Current Biology. Demikian dilansir dari laman Sheknows, Rabu (8/2/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini