Share

Cegah Kanker Kolorektum, Anda yang Menginjak 50 Tahun Wajib Periksakan Ini

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Sabtu 11 Februari 2017 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 11 481 1615863 cegah-kanker-kolorektum-anda-yang-menginjak-50-tahun-wajib-periksakan-ini-VRBQvcu88y.png Cegah kanker kolorektum (Foto: Centers)

SIAPA saja sebetulnya berpotensi kanker. Terutama mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Pasalnya, semakin usia kita bertambah, kekuatan dan kemampuan sel tubuh kita juga semakin menurun. Kanker menjadi salah satu penyakit yang paling ditakutkan di usia ini.

Perlu diketahui, DR dr Demak L Tobing, SpPK, spesialis patologi klinis, mengatakan bahwa kanker bisa dipicu oleh faktor eksternal dan faktor internal.

"Kita bisa mengelompokkan menjadi tiga hal penyebab kanker (faktor eksternal), yakni virus atau bakteri, radiasi, dan beberapa bahan kimia," jelas dr Demak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017).

Sementara faktor internal, yakni dari diet yang salah, genetik, maupun faktor hormon, dapat memicu terjadinya kanker. Bila paparan faktor risiko ini terus "mengontaminasi" tubuh, tentu mencetuskan mutasi dan merusak DNA. inilah yang bisa menyebakan kanker.

Untuk mengetahui kondisi tubuh kita yang sebenarnya, dr Demak amat menyarankan setiap orang untuk melakukan skrining. Hal ini untuk memastikan apakah terdapat potensi kanker atau tidak.

Ia mengatakan, baik pria maupun wanita, perlu melakukan skrining untuk kanker kolorektum (kolon dan rektum). Perlu diketahui, berdasarkan data dari Globocan 2012, kanker kolorektum menempati posisi ketiga dari jumlah kanker yang paling banyak diidap pria dan posisi kedua pada wanita di dunia.

"Pada usia 50 tahun, pria dan wanita perlu menjalani tes skrining kolorektum. Yang perlu dites adalah fecal occult blood test (FOBT) atau cek darah khusus kolorektum. Juga, fecal immunochemical test (FIT), biasanya dicek fesesnya," jelas dr Demak.

Setidaknya, keduanya perlu dites setiap lima tahun sekali. Dokter akan menelaah, apakah ada darah dalam fesesnya atau adakah potensi terjadinya kanker pada cek laboratorium melalui tes FOBT.

Tentu, pemeriksaan skrining ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan. Bila hasil mengatakan Anda berpotensi mengalami pengembangan kanker kolorektum, dokter bisa mengobatinya sedini mungkin.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini