Image

Mengapa Islam Melarang Merayakan Valentine?

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 15 Februari 2017, 05:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 02 14 196 1618218 mengapa-islam-melarang-merayakan-valentine-GXS3FCmlxB.jpg Islam melarang rayakan valentine (Foto: Sunnionline)

EUFORIA Hari Valentine bisa dibilang cukup menghebohkan dunia. Semua orang larut dalam suka cita hari kasih sayang itu. Namun, di tengah maraknya orang berbagi cokelat, para ulama juga tak mau kalah mengimbau agar umat Islam tidak ikut merayakan Valentine. Mengapa?

Melansir dari Islamweb, Rabu (15/2/2017), dijelaskan bahwa Islam melarang umatnya meniru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah SAW.

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. 1/269).

Maksud hadist di atas adalah bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nasrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.

Sementara, sejarah Valentine berasal dari Romawi. Kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M.

Berbagai sumber memiliki beragam versi tentang siapa Valentinus. Dari Wikipedia disebutkan, Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya.

Valentinus dianggap sebagai tokoh nasrani yang berjuang membela cinta. Ketika ia meninggal, Paus Gelasius I berinisiatif menjadikan tanggal kematiannnya diperingati menjadi ritual keagamaan. Dalam istilah modern perayaannya disamarkan menjadi hari kasih sayang.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini