Minum Air Es Bikin Perut Buncit? Nah, Ini Faktanya!

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 15 Februari 2017 13:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 15 481 1618964 minum-air-es-bikin-perut-buncit-nah-ini-faktanya-aVtTKRlCpB.jpg Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

TIDAK sedikit orang menghindari minum air es karena takut perut buncit. Benarkah itu bisa terjadi?

Mitosnya, kebiasaan minum air es dapat menjadi penyebab perut buncit. Dengan alasan, uap es yang diminum ketika sampai dalam perut akan mengendap dan menjadikan perut seolah-olah lebih gendut, sehingga terlihat buncit.

Benarkah minum air es menjadi penyebab perut buncit? Cari tahu jawabannya pada penjelasan berikut ini.

Kenapa minum air es tidak menyebabkan perut buncit?

Faktanya, minum air, entah hangat atau dingin (air es), bukan menjadi penyebab perut buncit. Pertama-tama yang harus diketahui adalah, air menjadi salah satu unsur penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, sekira dua liter (8-12 gelas) perhari untuk mencukupi kebutuhan manusia. Mau air es atau air panas sekali pun kandungannya tetap 0 kalori, 0 gram karbohidrat, 0 gram lemak, dan 0 gram protein yang sama pada tiap tetesnya.

Jadi, dengan minum air saja sudah membantu mencukupi kebutuhan cairan badan dan mengandung nol kalori, tidak masuk akal dong kalau air es menjadi penyebab perut buncit setelahnya?

Ada yang harus diluruskan dengan anggapan uap es akan mengendap dalam perut sehingga perut menjadi buncit. Organ tubuh manusia mempunyai sistem yang akan menghangatkan benda atau makanan yang masuk (lemak di perut akan tetap menghangatkan lambung). Sehingga air es yang Anda minum, kalau sudah sampai lambung sudah bukan menjadi air es lagi, suhunya akan berubah sesuai sistem organ dalam tubuh masing-masing.

Apa saja penyebab perut buncit?

Perut buncit disebabkan oleh tumpukan lemak yang berlebih pada bagian perut. Hal yang paling umum menjadi penyebab perut buncit adalah makanan yang tidak sehat dan gaya hidup yang tidak seimbang. Yuk, simak apa saja yang menyebabkan perut Anda buncit.

1. Alkohol

Sulit untuk mendapatkan perut yang rata dan kencang untuk para “peminum.” Alkohol memang memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko stroke dan serangan jantung. Tetapi sayangnya, minum alkohol dapat membuat lemak perut menjadi mengendap dan sulit untuk dicerna lebih lanjut. Maka tidak jarang, orang yang suka minum alkohol memiliki perut yang buncit.

2. Lemak trans yang tidak sehat

Lemak trans adalah salah satu jenis lemak tak jenuh yang umum ditemukan secara alami, namun bisa disintesis secara buatan. Lemak ini dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh, bertujuan untuk membuat mereka lebih stabil (dan mengendap lebih lama jika dikonsumsi). Kandungan lemak trans sering ada pada makanan seperti snack jananan dalam kemasan, cookies dan kue kering, dan makanan jelly kemasan yang banyak dijual di pasaran.

3. Jarang bergerak dan beraktivitas

Faktor ini menjadi salah satu penyebab perut buncit yang paling sering. Secara rasional, jika seseorang jarang beraktivitas alias malas gerak, di mana sehari-hari hanya tidur-tiduran atau menonton televisi, harusnya tidak kaget dengan perubahan bentuk perut. Lemak dari makanan yang dimakan tidak akan terbakar tanpa melakukan aktivitas. Posisi tubuh yang hanya tidur dan duduk juga menyebabkan lemak tertimbun di satu bagian saja, yaitu perut.

4. Menopause

Pada masa pubertas, hormon estrogen wanita mengirim sinyal tubuh untuk mulai menyimpan lemak di pinggul dan paha untuk persiapan kehamilan. Lemak subkutan ini tidak berbahaya bagi tubuh, meskipun sangat sulit untuk dihilangkan. Nah, pada menopause, tingkat estrogennya berbalik menjadi turun drastis, menyebabkan peralihan lemak untuk disimpan di perut, bukan pada pinggul dan paha lagi. Hal ini sebagian disebabkan oleh keadaan genetik serta usia di mana menopause dimulai. Demikian dilansir Hellosehat.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini