nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KDRT Disaksikan Anak, Jangan Sampai Mereka Berubah Jadi Pendiam! Ini Alasannya

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 23 Februari 2017 13:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 23 196 1626127 kdrt-disaksikan-anak-jangan-sampai-mereka-berubah-jadi-pendiam-ini-alasannya-7EYuqDRlsN.jpg Pasangan bertengkar (Foto: Statisticbrain)

PERILAKU kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebaiknya tidak terjadi di depan anak. Karena dapat memberikan dampak buruk pada perkembangan psikologis sang anak.

Psikologis anak rentan terhadap gangguan yang disebabkan oleh kekerasan maupun menyaksikan kekerasan terhadap orangtuanya. Karena itu, sebaiknya Anda memberi penjelasan sebaik mungkin padanya.

Dilansir dari Huffingtongpost, Kamis (23/2/2017), berikut beberapa hal yang harus Anda tahu tentang dampak KDRT pada anak:

Cenderung melakukan kekerasan saat besar

Anak yang menyaksikan orangtuanya melakukan KDRT cenderung akan melakukan hal yang sama pada pasangannya kelak. Karena pada dasarnya, anak adalah peniru yang ulung dari orangtuanya. Sehingga, jika ia sudah terbiasa menyaksikan kekerasan, dia akan menganggap itu sebagai hal yang wajar. Dia juga cenderung hidup dengan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Cari tahu tandanya

Jika anak Anda menjadi korban KDRT atau melihat ayahnya melakukan kekerasan terhadap ibunya, cari tahu keadaan psikologisnya. Apakah dia terganggu dalam jangka waktu lama atau hanya syok. Tanda-tandanya tidak hanya bisa dilihat dari fisik, tetapi juga dari perilakunya. Jika tiba-tiba dia menjadi seorang yang pendiam, bisa saja dia sedang menderita.

Beri pemahaman pada anak tentang KDRT

Jika anak telah menyaksikan KDRT, berikan pemahaman kepada mereka bahwa itu bukanlah hal yang baik. Anda harus terus meyakinkannya bahwa ini bukan hal yang patut ditiru. Atau jika anak Anda belum pernah melihatnya, Anda bisa mengajarinya untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dialami orang lain.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini