Share

Ingin Melahirkan Generasi Berkualitas, Pasutri Harus Selalu Diingatkan Keluarga Berencana

Afiza Nurmuseriah, Okezone · Rabu 01 Maret 2017 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 01 196 1631475 ingin-melahirkan-generasi-berkualitas-pasutri-harus-selalu-diingatkan-keluarga-berencana-kWrfZ0F4hJ.jpg Keluarga berkualitas (Foto: Wallpapergallery)

MELAHIRKAN generasi penerus bangsa yang berkualitas bukan perkara mudah. Selain proses pertumbuhannya yang selalu dimonitor, pasangan suami istri yang melahirkan generasi-generasi tersebut harus memiliki edukasi yang benar dengan Keluarga Berencana (KB).

Untuk beberapa daerah di Indonesia, demi mencapai tujuan tersebut gerakan KB memang sudah lama digalakkan. Terbukti kini, beberapa daerah paling tidak telah mencapai kriteria pertumbuhan penduduk dan KB yang berjalan baik.

Tentu ini harus dipertahankan. Mengingat soal kependudukan atau kelahiran merupakan siklus alami manusia yang harus ditekan jika tak ingin terjadi pembludakan di suatu wilayah.

Mewujudkan hal ini, badan yang mengurusi kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di 11 provinsi di Indonesia termasuk di Bali yang diselenggarakan Rabu, (1/3/2017).

Rapat kerja ini bertujuan menyatukan sinergi baik dari pemerintah, pelaksana, atau pun masyarakat sendiri demi mencapai tujuan generasi yang berkualitas.

Provinsi Bali sendiri merupakan salah satu wilayah percontohan, ini bisa dilihat dari rendahnya angka kelahiran bayi yang mencapai 2,1 persen secara nasional. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Provinsi Bali, Drs. Drs I Wayan Sudana, M.Si.

"Bali mendapatkan urutan kedua setelah Jogja mengenai angka kelahiran bayi yang rendah dengan 2,1 persen. Ini berarti apa, masyarakat Bali khususnya pasangan suami istri telah well education mengenai Keluarga Berencana. Untuk pengetahuan alat kontrasepsi sendiri perbandingannya 7 dari 10 telah mengetahuinya, selebihnya logikanya adalah pasangan baru yang sedang program memiliki anak," beber Sudana.

Selain itu, program Kampung KB sendiri berpengaruh besar pada rendahnya angka kelahiran ini. "Di Kampung KB selalu diingatkan dan disosialisakan mengenai keluarga berencana. Di situ juga disediakan alat kontrasepsi jadi sangat berdampak juga bagi masyarakat," tandasnya.

Di Bali sendiri baik kabupaten atau kota, secara keseluruhan Kampung KB telah mencapai 98 persen. Di mana dari 57 kecamatan 54 telah memiliki Kampung KB. Adapun usia menikah pasangan suami istri juga telah melebihi sedikitt standar nasional, yakni untuk wanita pada usia rata-rata 22 tahun dan pria 25 tahun.

Menutup penjelasannya kepada Okezone, Sudana kembali mengingatkan untuk semua pemangku kepentingan baik pemerintah, BKKBN, pihak swasta atau penata laksana KB harus selalu bersinergi untuk mengingatkan masyarakat agar memiliki rencana dalam membangun keluarga. Ini tak main-main, karena dari keluarga dengan dua anak cukup serta usia menikah yang juga cukup, lahir penduduk yang berkualitas dengan kuantitas yang pas.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini