Image

Komunitas Reenactment Akan Gelar Drama Kolosal Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta

Prabowo, Jurnalis · Jum'at 03 Maret 2017, 22:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 03 406 1633536 komunitas-reenactment-akan-gelar-drama-kolosal-serangan-umum-1-maret-1949-di-yogyakarta-LiAkIw6hf8.jpg Ilustrasi Drama Kolosal Kemerdekaan (foto: R. Rekotomo/Antara)

DALAM pembinaan dan pengembangan kesejarahan pada Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggelar teatrikal drama kolosal Serangan Oemum 1 Maret 1949 bertema "Potret Yogyakarta Kota Perjuangan".

Bertempat di halaman Parkir Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, drama kolosal itu akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai pada Minggu, 5 Maret 2017.

Teatrikal drama kolosal kali ini melibatkan banyak komunitas reenactment/hobi militer/peggiat sejarah dari berbagai kota di Indonesia. Di antaranya dari Surabaya, Bandung, Jakarta, Semarang, Malang, Medan, Banjarmasin, Magelang, Temanggung dan berbagai kota lainnya.

"Selain itu, melibatkan pula warga negara asing dari berbagai mancanegara. Mereka dari berbagai negara-negara sahabat," kata koordinator kegiatan, Eko Isdianto diamini Defri Ari Susanto dalam keterangan tertulisnya.

Even yang disuport Dinas Pariwisata dan pemerintah daerah ini akan menampilkan cerita mengenai Serangan Umum 1 Maret 1949 secara epik dan detail. Selain itu, penampilan tersebut juga akan di dukung peralatan yang ada pada masa lalu.

Misalnya, senjata yang asli seperti LE dukungan dari KOREM 072/Pamungkas Yogyakarta, satu Panser Intai Fordlynx koleksi BINTALDAM III/Siliwangi, 2 jeep willyz tahun 1944 dan 1948, satu motor tua merk Ariel ber-Sespan, dan juga dua ekor kuda sebagai pendukung Teatrikal Serangan Umum 1 Maret 1949. Begitu juga penggunaan baju era jaman perjuangan dualu.

Menjadi lebih istimewa lagi pada pementasan tersebut adalah dukungan dari Lanud Adi Sucipto Yogyakarta yang akan memberikan dukungan dua Pesawat Microlight dengan melakukan Pass kurang lebih selama 4-5 kali sebagai ilustrasi serangan udara Belanda ke Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1949.

Sedikitnya ada tiga poin penting yang ingin disampaikan dalam event yang bisa menongkrak kunjungan wisata di Yogyakarta ini. Pertama, untuk merawat ingatan kepada generasi masa kini, betapa besar sumbangsih Yogyakarta khususnya dibawah kepemimpinan dwi tunggal Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII dalam menyelamatkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Poin kedua lebih pada menanaman nilai-nilai kebangsaan, patriotisme dan nasionalisme pada generasi muda akan pentingnya persatuan. Nilai ini menjadi penting karena pada akhir-akhir ini persatuan dan kesatuan menjadi sangat riskan dan rapuh dikarenakan kepentingan kelompok dan golongan.

Nilai ketiga adalah memberi ruang dan kesempatan kepada penggiat sejarah/Reenacment untuk merespon dan mengolah tema Potret Jogjakarta kota perjuangan dengan lebih detail. Perlawanan sengit bersatunya rakyat dan tentara dibawah komando Soeharto, Presiden kedua Indonesia itu mampu membuktikan keberadaan Indonesia dikancah internasional kala itu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini