Ini Dia 5 Faktor Risiko yang Menyebabkan Saraf Kejepit

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Rabu 08 Maret 2017 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 08 481 1637122 ini-dia-5-faktor-risiko-yang-menyebabkan-saraf-kejepit-7xkwY2VGoD.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

SIAPA saja bisa mengalami saraf kejepit. Kebiasaan sehari-hari yang tidak diubah dapat memperlebar peluang saraf kejepit. Sebenarnya apa saja faktor risiko terjadinya saraf kejepit?

"Faktor risiko saraf kejepit adalah kekurangan protein, pekerjaan, angkat berat yang salah, aktivitas olahraga yang memerlukaln beban berlebihan. Misalnya, golf," kata dr Muki Partono, SpOT, spesialis ortopedi, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 7 Maret 2017.

Selengkapnya, dr Muki merangkum ringkas faktor risiko dan penyebab saraf kejepit.

Gaya hidup

Obesitas yang diiringi dengan gaya hidup tidak sehat, serta bermalas-malasan, umumnya membentuk postur tubuh yang tidak benar dan memberatkan bantalan tulang belakang. Pola hidup tidak sehat ini bisa saja berakibat pada saraf kejepit.

Perubahan degeneratif

Pertambahan usia, menyebabkan pengurangan kekuatan dan stabilitas tulang belakang. Hal ini dapat menyebabkan tulang belakang rentan terhadap cedera.

Teknik mengangkat barang

Ketika Anda cenderung melengkungkan tulang pungggung saat mengangkat barang, inilah yang berpotensi menyebabkan terjadinya cedera pada tulang belaang.

Pergerakan tiba-tiba

Ketika Anda melakukan gerakan tiba-tiba dan bertenaga, sehingga dapat menimbulkan gaya dalam jumlah besar pada tulang belakang dan berakibat pada traumatik.

Olahraga

Olahraga yang melibatkan gerakan berputar pada tulang belakan seperti golf, baseball, atau tenis, juga meningkatkan risiko terjadinya saraf kejepit. Begitu juga dengan olahraga di gym yang melibatkan beban dalam posisi duduk.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini