nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wow, Halte Bus di Singapura Dilengkapi Wi-Fi dan Perpustakaan

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 10 Maret 2017 07:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 09 406 1638676 wow-halte-bus-di-singapura-dilengkapi-wi-fi-dan-perpustakaan-SByiRv9pi6.jpg Halte Bus di Singapura (foto: citygreen)

TRANSPORTASI umum yang nyaman dan aman sudah lama jadi pilihan transportasi masal untuk masyarakat maupun turis di Singapura. Tapi, untuk membuatnya lebih menarik lagi, halte bus akan dibuat menjadi lebih dari sekedar tempat pemberhentian.

Halte bus di Singapura nantinya akan menjadi taman, perpustakaan, taman bermain, galeri seni, dan lokasi menarik lainnya. Proyek yang dibuat untuk membuat "menunggu jadi menyenangkan" tersebut telah dimulai di Jurong Gateway Road di Jurong East Central.

Smart bus stop pertama di Singapura. Di sini sambil menunggu bus, commuter bisa download e-book, browsing, charge gadget hingga main ayunan dengan gratis! Asik banget ๐Ÿ˜‰

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tiket Hemat Atraksi Singapura (@tiketwisatahematsingapura) pada Sep 18, 2016 pada 8:00 PDT

Halte bus ini telah dirombak dengan desain yang lebih mirip seperti kedai kopi, dengan jaringan WiFi, tempat mengisi ulang baterai ponsel, buku yang bisa dibaca, sampai ayunan. Proyek ini dibuat oleh kelompok dari DP Architects, sebagai bagian dari Project Blind Spot.

Dengan tujuan mengubah cara masyarakat berwisata dan bersosialisasi di tempat umum, kelompok ini sangat berhati-hati dalam menempatkan setiap aspek desain halte busnya. Seperti, atap halte tidak hanya berfungsi menahan sinar matahari dan air hujan, tapi menjadi taman hijau.

Di sana juga terdapat layar interaktif yang menunjukkan jadwal kedatangan bus, berita, dan peta, juga layar kecil agar pengguna bus dari semua umur dapat mengunduh e-books, majalah, dan koran dari Perpustakaan Nasional.

Parkir sepeda juga membuat pengguna transportasi masal ini mau bersepeda ke halte untuk menjemput bus.

"Kami harap, masyarakat mau mengapresiasi bagaimana halte pemberhentian bus bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan memperkaya diri," kata Ketua DP Architect, Seah Chee Huang, seperti dikutip dari Lonely Planet, Jumat (10/3/2017).

Program uji coba ini diharapkan mendapat feedback yang baik dari masyarakat, agar hal yang sama bisa diterapkan di lokasi lain.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini