nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Langkah Atasi Kulit Terbakar Akibat Sinar Matahari

Dinno Baskoro, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017 07:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 14 194 1642671 5-langkah-atasi-kulit-terbakar-akibat-sinar-matahari-SdKAPlVU9b.jpg Kulit terbakar (Foto: Reference)

TERLALU lama tersengat sinar matahari bisa menyebabkan kulit merah hingga terasa perih. Itu tandanya, kulit Anda sudah terbakar akibat sinar matahari.

Meski kondisi awal kulit terbakar terbilang ringan, namun bekas dan sakit dari kulit terbakar ini bisa mengganggu aktivitas bahkan penampilan, karena dapat meninggalkan bekas gosong atau hitam pada kulit.

Untuk itu segera tangangi dengan cara yang tepat agar kulit terbakar lekas pulih. Mau tahu caranya? Yuk simak ulasan berikut ini;

Kompres dengan es batu

Kondisi kulit yang terbakar akibat sinar matahari dapat diredakan dengan mengompresnya menggunakan air dingin. Coba siapkan es batu yang sudah dibalut handuk lembut, diamkan berapa sampai kulit terasa nyaman. Hindari juga penggunaan sabun pada area kulit yang terbakar karena dapat memperparah kondisi kulit.

Beri pelembap

Kulit yang terbakar perlu pelembap ekstra. Gunakan lotion yang aman berbasis minyak agar tidak memberi efek perih. Ulangi dan jaga area kulit yang terbakar agar tetap lembap.

Oles lidah buaya

Untuk mengurangi peradangan pada kulit yang terbakar sinar matahari, Anda bisa menggunakan lidah buaya. Gel lidah buaya atau cairan lengket dari lidah buaya segar bisa meredakan dan mengobati kulit yang terbakar tersebut secara alami.

Hindari pakaian ketat

Kulit yang terbakar akan lebih sensitif dan mudah iritasi. Karenanya, kenakan pakaian longgar dan bersih untuk menghindari iritasi kulit akibat gesekan. Serta hindari paparan sinar matahari dalam beberapa waktu.

Perbanyak konsumsi cairan elektrolit

Air putih saja rupanya belum cukup. Perbanyak minuman yang mengandung elektrolit untuk menutrisi dan mengganti cairan yang hilang pada kulit akibat sinar matahari. Demikian sebagaimana dikutip Skincancer, Rabu (15/3/2017)

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini